Suara.com - Serangan teror di jantung ibu kota negara Inggris, London, Kamis (23/3/2017) pekan lalu, ternyata bukan aksi yang dilakukan Khalid Masood seorang diri.
Aksi tersebut, sudah direncanakan Khalid bersama sejumlah orang lain. Mereka membahas detil aksi teror itu melalui layanan aplikasi pesan WhatsApp.
"Tapi, Kami sementara ini tidak bisa mengetahui secara utuh bagaimana rencana itu dibuat. Sebab, WhatsApp belum mau membuka sistem keamanannya agar kami bisa mengakses percakapan itu," tutur Menteri Dalam Negeri Inggris Amber Rudd, seperti dilansir AFP, Senin (27/).
Ia mengatakan, seluruh percakapan Khalid dan rekan-rekannya terenkripsi, sehingga hanya bisa diakses oleh peserta percakapan. Satu-satunya cara untuk mengaksesnya adalah, manajemen WhatsApp mau mengubah kebijakannya dan bersedia meretas percakapan itu demi penyelidikan kasus tersebut.
"Sistem enkripsi memang diperlukan untuk mengamankan percakapan para pebisnis melalui WhatsApp. Tapi, saya tegaskan, kami harus memastikan kelompok teroris semacam ini tak berkembang melalui aplikasi seperti WhatsApp," tegasnya.
Juru Bicara WhatsApp mengungkapkan, siap membantu pemerintah Inggris untuk mengungkap tabir kelompok teroris perancang serangan ke kompleks parlemen tersebut. Namun, kesiapan itu tanpa penjelasan mereka bersedia meretas percakapan rahasia Khalid dkk.
Untuk diketahui, lima orang tewas termasuk Khalid, dalam serangan tersebut. Sementara 40 orang lainnya mengalami luka-luka.
Setelah serangan itu, polisi menggerebek sebuah bangunan di Birmingham dan menangkap banyak orang terduga teroris. Tapi kekinian, hanya seorang pria berusia 58 tahun yang tetap ditahan terkait kasus tersebut.
Sementara gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim aksi teror itu diinisiasi anggotanya.
Baca Juga: Orangtua Menunggu Pengungkapan Misteri Kematian Akseyna
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?