Suara.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin tak mau banyak mengomentari penangkapan Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Gatot Saptono alias Muhammad Al Khaththath.
Saptono dibekuk aparat kepolisian di hotel berbintang lima beberapa jam sebelum memimpin ‘Aksi 313’ untuk menuntut Presiden Joko Widodo mencopot Baasuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jumat (31/3/2017). Kekinian, ia juga ditetapkan sebagai tersangka makar.
“Tunggu saja bersama-sama penjelasan polisi, apa apalasan, bukti-buktinya apa,” kata Ma’ruf, Senin (3/4/2017).
Selain itu, Ma’ruf meminta aksi-aksi dengan tuntutan yang sama tak lagi digelar. Sebab, ia merasa pemerintah sudah mengetahui maksud demonstrasi tersebut.
Ia menuturkan, umat Muslim kekinian tak lagi butuh demonstrasi semacam itu, melainkan dialog yang menyatukan seluruh komponen bangsa.
“Dialog seperti itu sudah disarankan kepada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Insya Allah, dialog seperti itu dilakukan sesudah pilkada. Jadi, (aksi demonstrasi) sudah cukup lah saya rasa,” tukasnya.
Untuk diketahui, Saptono dibekuk polisi atas dugaan terlibat pemufakatan makar. Selain dia, polisi juga membekuk M, V, ZA, dan IR, juga terkait dugaan pemufakatan makar.
Saptono dkk ditahan karena disangkakan melanggar Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP tentang Pemufakatan Makar.
Baca Juga: Persiapan Sidang Hari Ini, Ahok Diajarkan Jawab Pertanyaan
Sementara V, dan M juga dikenai Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Tersangka V dan M disebut sempat melontarkan perkataan yang menghina etnis tertentu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib