Suara.com - Pemerintah Indonesia kecam serangan teror yang terjadi di kawasan kereta bawah tanah di St. Petersburg, Rusia, Senin (3/4/2017) waktu setempat atau Selasa dinihari waktu Indonesia. Serangan tersebut telah mengakibatkan beberapa korban jiwa dan luka-luka.
Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan solidaritas terhadap Pemerintah dan rakyat Russia dalam menghadapi situasi saat ini.
Belum terdapat laporan WNI di St. Petersburg yang menjadi korban pada saat serangan. KBRI Moscow terus melakukan koordinasi dengan otoritas setempat untuk mendapatkan perkembangan terbaru dari kejadian tersebut.
KBRI Moscow terus melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat dan mahasiswa di Russia dan meminta WNI untuk terus waspada, menghindari tempat-tempat yang berpotensi menjadi target serangan dan mematuhi aturan keamanan yang diberlakukan otoritas setempat.
Hotline KBRI Mocow dapat dihubungi di nomor : +7 925 676 5415.
Seorang pelaku bom bunuh diri telah bertanggung jawab atas ledakan mematikan di stasiun St Petersburg. Hal itu disampaikan oleh pejabat hukum setempat.
Informasi awal menunjukkan bahwa pihak keamanan telah mengetahui identitas pelaku bom bunuh yang merupakan orang berusia 23 tahun dari negara kawasan Asia tengah. Pelaku dikabarkan membawa alat peledak ke lokasi kejadian dengan tas ransel.
Mengutip sumber yang sama, kantor berita Interfax kemudian mengabarkan bahwa sang terduga pelaku punya hubungan dekat dengan kelompok ekstrimis Islam yang sudah dilarang beraktivitas di Rusia.
Sumber itu mengatakan bahwa potongan mayat yang ditemukan di lokasi mengindikasikan adanya serangan bunuh diri. Namun demikian, pihak keamanan masih menunggu hasil tes DNA untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut.
Baca Juga: Video Gerombolan ISIS Gembira Saksikan Ledakan Bom di Rusia
Bom di stasiun kota tersebut hingga kini telah menewaskan 11 orang dan melukai puluhan orang lainnya.
Seorang pria yang tertangkap kamera pengintaian dan dicurigai terlibat dalam serangan, kini sudah menyerahkan diri secara sukarela kepada polisi dan mengaku tidak tahu apapun mengenai kejadian tersebut.
Sementara itu secara terpisah, sejumlah kantor berita Rusia melaporkan bahwa Presiden Vladimir Putin telah bertemu dengan badan-badan keamanan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai serangan di St Petersburg. Dia juga sempat menaruh karangan bunga di stasiun tempat terjadinya ledakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Temukan Ancaman hingga Upaya Damai, LPSK Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Pati
-
Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas
-
Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM
-
Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan
-
Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya
-
Jangan Salahkan Dirimu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual
-
Geger Kekerasan Seksual di Pati, Cak Imin Minta Para Kiai Kumpul Deteksi Ponpes 'Nakal'
-
Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang
-
Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!
-
Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi