Suara.com - Budayawan Betawi Ridwan Saidi memprediksi rezim yang kekinian berkuasa di Indonesia tidak bakal lama bertahan. Ia meyakini masyarakat sudah bosan terhadap rezim yang dianggap sewenang-wenang itu.
Ridwan tidak menyebut siapa rezim yang ia prediksikan bakal segera runtuh tersebut. Sebab, berdasarkan adat Betawi, tidak baik menyebutkan nama yang mau ”mati”.
"Nggak usah disebut namanya. Betawi mengajarkan bagus nggak bagus kalau kita ngomongin orang yang mau mati. Tapi, rezim ini akan segera mati, percaya sama gue. Nggak bakal lama rezim ini," ujar Ridwan dalam diskusi bertajuk ”Pilkada Bersih Sehat: Waspada Operasi Peci Kumis" di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta, Senin (10/4/2017).
Ridwan menuruturkan, kasus penodaan agama dengan terdakwa Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, juga menjadi satu faktor pendorong keruntuhan rezim tersebut.
Apalagi, kata dia, kalau proses persidangan kasus tersebut berlarut-larut.
Untuk diketahui, Indonesia kekinian dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
Terkini
-
Rano Karno Mau Sulap Planetarium Jakarta Setara Las Vegas
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan