Suara.com - Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) mengharapkan pihak kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan penghinaan yang ditujukan kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Zainul Majdi, saat berada di Bandara Changi Singapura.
"Dari rapat bersama seluruh perwakilan ormas Islam yang ada di NTB, kami membuat pernyataan sikap yang menginginkan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti persoalan ini hingga tuntas," kata Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB H Abdul Rahman Kuling di Mataram, Minggu.
Surat pernyataan sikap tersebut, lanjutnya, telah diserahkan langsung kepada Kapolda NTB Brigjen Pol Firli dalam pertemuannya dengan seluruh perwakilan ormas NTB, di Rumah Langko Mataram. Dalam silaturahim itu hadir sejumlah perwakilan ormas besar yang ada di NTB, di antaranya pengurus MUI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Nahdlatul Wathan (NW) Pancor, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Lebih lanjut, Kuling mengatakan, persoalan ini harus segera ditindaklanjuti pihak kepolisian sebagai aparat penegak hukum negara. Karena, jika tidak segera ditanggapi maka dikhawatirkan akan mengganggu kondusivitas masyarakat.
"Harapan kami pihak kepolisian segera menangani masalah ini," ucapnya.
Menurut dia, dalam konteks dugaan penghinaan (ujaran bernuansa SARA) yang dilontarkan pria berinisial SHS kepada Gubernur NTB saat berada di antrean "check-in" Bandara Changi Singapura, tidak hanya diduga menghina pribadi Gubernur NTB, tetapi juga NKRI.
"Kami melihat permasalahan ini bukan lagi masuk dalam kategori delik aduan, melainkan delik pidana, jadi secara otomatis pihak kepolisian harus menyelidikinya," ujar Kuling. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim
-
Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem
-
Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?
-
Lahan Sengketa di Tanah Abang, Ahli Waris Pakai Verponding Lawan Kementerian PKP
-
Perkuat Pengawasan Orang Asing di Bali, Imigrasi Kukuhkan Satgas Patroli Dharma Dewata