Suara.com - Terjadi keributan antara massa pro terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan yang kontra di luar tempat persidangan perkara dugaan penodaan agama di gedung auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).
Peristiwa adu mulut terjadi setelah majelis hakim menutup sidang lanjutan ke-20, dengan agenda persidangan pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum.
Dalam persidangan, JPU menyatakan Ahok bersalah dan telah memenuhi unsur Pasal 156 KUHP. Ahok dituntut satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.
"Al Quran harus dibela, sudah nggak benar ini," ucap salah seorang yang kontra Ahok usai menyaksikan persidangan.
Mendengar hal tersebut, sekelompok ibu-ibu yang tengah mengenakan kemeja kotak-kotak terlihat tidak terima. Ibu tersebut bahkan mengatakan kepada petugas kepolisian massa yang kontra dengan Ahok mengatakan kalau diancam akan dibunuh.
"Dia ngomong bunuh-bunuh tuh pak, tolong Pak, ngomongnya bunuh-bunuh yang pakai baju hitam," ucap salah seorang pendukung Ahok sambil menunjuk-nunjuk.
Mendengar ada keributan, polisi langsung turun tangan dan meminta massa kontra Ahok untuk segera meninggalkan area ruang persiadangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis