Suara.com - Sebagian besar maskapai penerbangan menawarkan pilihan makanan sebelum Anda terbang. Entah itu vegetarian, halal atau bahkan daging.
Setelah Anda memilih makanan, Anda pun akan mendapatakannya sesuai dengan pesanan. Itulah yang dirasakan oleh lelaki berkebangsaan Inggris ini, Martin Pavelka.
Ia memesan makanan bebas gluten saat penerbangan All Nippon Airways dari Tokyo. Tidak lama kemudian, makanan yang datang bukan seperti yang dia harapkan.
Mengapa? Karena itu pisang.
Pavelka, yang menderita celiac pencernaan, disuguhi buah untuk sarapan bersama pisau plastik dan garpu. Di pisang tersebut ada stiker 'GF' untuk bebas gluten.
Lelaki berusia 32 tahun itu mengatakan kepada Evening Standard bahwa dia tidak dapat mempercayai matanya saat buah tersebut dihidangkan kepadanya. Sedangkan saat itu, dirinya tengah menempuh perjalanan menuju Australia.
"Sebagai penderita penyakit coeliac, saya selalu memesan makanan bebas gluten pada penerbangan saya. Terkadang mereka hambar, terkadang mereka jauh lebih baik daripada makanan biasa. Dalam penerbangan ini, saya sampai kehilangan kata-kata. Satu pisang pun tiba. Semua penumpang lainnya disajikan sarapan pagi. Ini adalah penerbangan sembilan jam. Meski pasti bebas gluten, pisang itu tidak membuatku kenyang dalam waktu lama," bebernya.
"Ketika pramugari mendatangi saya, dia berkata: 'Kami menyediakan makanan spesial untuk Anda' dan saya mendapatkan pisang. Saya bertanya, 'Apakah ini sebuah lelucon?' Dan dia hanya berkata, 'Saya benar-benar minta maaf, itu makanan bebas gluten'," terang dia. [Metro]
Baca Juga: Makanan Bebas Gluten Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK
-
Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19
-
Tersangka Kasus Pencabulan di Pati Ditangkap, Menteri PPPA: Tak Bisa Diselesaikan Damai!
-
WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru
-
Tersangka Pencabulan Santriwati di Ponpes Pati Sempat Kabur, Menteri PPPA Desak Penahanan