Suara.com - Israel diprotes oleh Pemerintah Indonesia karena kebijakan agresi dan diskriminasinya terhadap warga Palestina. Predikat buruk zionisme Israel itu lantas menjalar pada stigma atas Yahudi, yang sebenarnya tak memunyai kaitan erat.
Namun, itu tidak berarti penganut Yahudi sebagai satu dari tiga sistem keagamaan besar tradisi Abrahamik—dua lainnya adalah Islam dan Nasrani—benar-benar tak bisa hidup dan berkembang di Indonesia.
Salah satu komunitas Yahudi yang berani menunjukkan jati dirinya adalah jemaat Sinagog (tempat ibadah Yahudi) "Shaar Hasyamayim" di Minahasa, Sulawesi Utara.
Bahkan, geliat komunitas Yahudi di Tondano tersebut turut menjadi perhatian media-media internasional, yang mengetahui Indonesia kekinian tengah diterpa badai aksi intoleransi. Salah satu yang memuat reportase komunitas itu adalah laman daring Daily Mail.
Dalam artikelnya berjudul "In Muslim Indonesia, tiny Jewish community lives on", Kamis (27/4) pekan lalu, sejumlah tokoh Yahudi di Tondano angkat suara.
"Kami di sini hidup rukun dengan beragam umat beragama lainnya. Bahkan, kami di sini bebas memakai kippah (peci Yahudi) di mal atau tempat-tempat publik, tidak ada masalah," tutur Yobby Hattie Ensel, pemimpin komunitas Yahudi Tondano.
Ia mengatakan, Sinagog Shaar Hasyamayim sendiri berdiri di tengah-tengah sejumlah gereja dan perkampungan warga dari beragam agama.
Meski diterima oleh masyarakat setempat, sewaktu-waktu timbul pula suasana "ketegangan" antara kaum Yahudi dengan umat beragama yang secara konstitusional diakui di Indonesia.
Baca Juga: Belajar Kasus Cak Budi, Khofifah: Tolong Amanah Dijaga
Tahun 2013, misalnya, satu sinagog Yahudi di Surabaya dihancurkan. Sebelum dihancurkan, sinagog itu sebenarnya sudah lima tahun tak difungsikan, yakni sejak 2009 seiring gelombang protes anti-Israel.
Walaupun tak mendapat perlawanan fisik, Rabbi (pemuka agama Yahudi) sekaligus Ketua Persatuan Komunitas Yahudi Indonesia (UIJC), Benjamin Verbrugge, mengakui ketegangan seringkali muncul karena situasi politik Timur Tengah, persisnya konflik Israel-Palestina.
"Persoalan antara warga Israel dan Palestina sangat memengaruhi kami di sini. Jika ada yang tertikam di sana, membuat kehidupan kami di sini tak nyaman," tuturnya.
Kalau situasi Israel-Palestina memanas, Rabbi Verbrugge mengatakan kaum Yahudi di Indonesia terpaksa beraktifitas secara sembunyi-sembunyi.
Ia mencontohkan, bulan April 2017, kaum Yahudi di Indonesia turut merayakan salah satu hari besar tradisi Yahudi, "Purim".
"Tapi, karena situasi Israel-Palestina tengah memanas, kami terpaksa merayakan Hari Purim secara tertutup di sebuah kamar kecil hotel," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Status Jabatan Sekda Tangsel Menggantung, BKN Didesak Segera Keluarkan Surat Pengukuhan
-
KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya
-
Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan
-
'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel
-
Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid
-
Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'
-
Siap Tempuh Jalur Hukum, Anak Ahmad Bahar Beberkan Detik-detik Dibawa Paksa ke Markas GRIB
-
Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk
-
Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito
-
Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang