Sejak skandal perselingkuhan itu muncul ke publik, simpati dan dukungan warga terhadap Hollande terus merosot. Ia dianggap pria yang tak bisa bersetia terhadap sang istri, apalagi terhadap rakyatnya.
Dalam situasi seperti itulah, Macron—yang sebenarnya “otak” kebijakan neoliberal Hollande—mendapat simpati publik. Apa pasal? Tak lain dan tak bukan karena kisah cinta dan kesetiaannya terhadap brigitte.
Brigitte berusia lebih tua 24 tahun dari Macron. Brigitte kekinian berusia 64 tahun. Sementara Macron baru berusia 39 tahun.
Keduanya kali pertama berkenalan saat macron masih berusia 15 tahun dan berstatus pelajar. Sementara Brigitte adalah gurunya ketika itu.
Menurut pengakuan Macron, ia jatuh cinta terhadap Brigitte saat pandangan pertama.
Brigitte adalah perempuan dari keluarga borjuis Trogneux, yang secara tradisi dikenal sebagai pemilik pabrik coklat di Amiens, Prancis Utara.
Kala itu, Brigitte adalah guru bahasa Latin di sekolah Macron. Selain itu, ia juga pengajar drama. Nah, melalui kelas drama itulah, Macron jatuh hati kepada Brigitte yang saat itu adalah istri pria bernama Andre Louis Auziere dan sudah dikaruniakan tiga orang anak.
Anak sulung Brigitte dua tahun lebih tua dari Macron. Sedangkan putri keduanya, Laurence, sebaya dan pernah sekelas dengan Macron.
Karenanya, ayah dan ibu Macron sempat mencurigai putranya mencintai putri Brigitte, yakni Laurence. Tapi, keduanya benar-benar terkejut saat Macron mengakui dirinya jatuh cinta kepada Brigitte.
Baca Juga: HTI: Kami Legal, Tak Pernah Langgar Hukum
Tapi, cinta memang buta, ia tak juga melihat batasan-batasan umur, begitulah pikir Macron ketika itu.
“Dia pernah bersumpah menikahiku saat dia sudah berusia 17 tahun. Aku menanggapinya biasa, aku pikir mungkin itu gejolak hasrat mudanya. Karena orangtuanya mengetahui hal itu, Macron dipindahkan ke Paris,” tutur Brigitte.
Tapi, perlakuan orangtuanya tak membuat Macron putus asa. Di Paris, ia tetap memantau wanita pujaannya itu. Pucuk di cinta, Brigitte dan suaminya bercerai tahun 2007.
Tak mau melepaskan kesempatan emas, Macron yang sebenarnya bisa mendapatkan wanita lebih muda di Paris, kembali datang ke Armens dan meminta Brigitte mau menikah dengannya.
Tersentuh oleh ketulusan Macron, Brigitte lantas mengiyakan ajakan menikah. Keduanya menikah tahun 2007, tatkala Macron berusia 30 tahun dan Brigitte menginjak umur 55 tahun.
Keduanya tak memunyai anak. Macron hanya memunyai tiga anak tiri yang satu di antaranya sudah lebih tua daripadanya.
“Tidak memunyai anak bukanlah perkara ketidakadilan bagi saya,” tukas Macron.
Prancis, sejak paruh terakhir abad ke-20, dikenal sebagai negeri “posmodern”, yakni hendak melepaskan ikatan-ikatan kebudayaan modernitas yang dianggap obsolet. Salah satunya adalah persoalan kebebasan dalam hidup, sehingga konsep-konsep kesetiaan, pernikahan, atau moralis lainnya selalu dicurigai sebagai penghambat. Namun, kisah cinta Macron dan Brigitte tampak ingin menunjukkan hal sebaliknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026