Suara.com - Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara Dwiarso Budi Santiarto dan dua anggotanya, Abdul Rosyad dan Jupriyadi, dimutasi dengan kenaikan jabatan ke pengadilan tinggi di daerah. Dwiarso menjadi hakim tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar, Rosyad menjadi hakim tinggi Pengadilan Tinggi Palu, dan Jupriyadi menjadi Ketua Pengadilan Negeri Bandung.
Juru bicara Mahkamah Agung, Suhadi, tidak tahu secara pasti apa pertimbangan ketiga hakim ditempatkan di tiga daerah tersebut. Sebab, Suhadi tidak mengikuti rapat tim mutasi dan promosi pada Rabu (10/5/2017).
Tetapi menurut pengamatan dari kebiasaan selama ini, menurut Suhadi pemutasian hakim dari pengadilan negeri di Pulau Jawa, khususnya Jakarta, ke Pengadilan Tinggi Denpasar atas pertimbangan prestasi.
Pengadilan Tinggi Denpasar merupakan satu dari tiga pengadilan yang masuk kategori kelas A karena kompleksitas permasalahannya. Dua pengadilan tinggi kelas A lainnya yaitu Makassar dan Medan.
"Medan luas wilayahnya, itu kota besar. Makassar itu paling besar di Indonesia bagian timur. Kalau wilayah selatan ya Denpasar. Denpasar itu walaupun ndak banyak pengadilan -- di sana ada ada delapan pengadilan, tapi dari dulu dianggap penempatan di Denpasar itu kelas A," kata Suhadi kepada Suara.com.
Ketika ditanya mengapa Rosyad dan Jupriyadi ditempatkan di daerah Palu dan Bandung, menurut perkiraan Suhadi karena usia mereka masih muda.
"Saya kira dia pernah jadi ketua di tepat lain. Untuk masuk ke Jakarta kan pernah menjadi ketua. Barangkali umur masih muda, dan track record bagus," kata Suhadi.
Suhadi mengatakan mutasi jabatan merupakan hal biasa di pengadilan.
"Kebetulan tiga anggota itu masuk ke promosi dan mutasi," kata dia.
Suhadi menjelaskan standar untuk menjadi hakim tinggi di Pulau Jawa, mereka harus dua atau tiga kali menjadi hakim tinggi di luar Pulau Jawa.
"Baru setelah itu masuk ke Jawa, misalnya Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan lainnya. Jarang yang begitu jadi ketua pengadilan negeri langsung jadi hakim tinggi di Pulau Jawa," kata Suhadi.
Lebih jauh, Suhadi mengatakan hanya hakim yang terbilang sukses di pengadilan negeri di Jakarta yang dimutasi menjadi hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Medan, Pengadilan Tinggi Makassar, dan Pengadilan Tinggi Denpasar.
Berita Terkait
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
-
Roasting Ayah Sendiri, Nicholas Sean Anak Ahok Viral Jualan 'Broken Home Cookies'
-
Ahok Puji Keberanian Pandji Pragiwaksono di Mens Rea: Gila, Nekat Banget
-
Viral Sekelompok Orang Diduga Berzikir di Candi Prambanan, Pengelola Buka Suara
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Lempar Bom ke Sekolah, Siswa SMP di Kubu Raya Ternyata Terpapar TCC dan Jadi Korban Perundungan
-
Galon Air Minum Tampak Buram dan Kusam? Waspadai Risiko BPA Semakin Tinggi
-
Wamensos Agus Jabo Dorong Peran Aktif Pemda Perbarui Data DTSEN
-
Mahfud MD Tercengang Adies Kadir Tiba-tiba Muncul Jadi Calon Hakim MK: Tapi Itu Tak Melanggar Hukum
-
Kemensos Perkuat Sekolah Rakyat Lewat Sinkronisasi Data 66 Titik ke Dapodik
-
Diselundupkan Lewat Koper, 85.750 Benih Lobster Ilegal Digagalkan di Bandara Soetta
-
Wamen Stella Christie: Indonesia Punya Kesempatan Pimpin Pendidikan Dunia
-
Namanya Masuk Radar Bos OJK, Misbakhun Ogah Berandai-andai
-
Syahganda Nainggolan: Langkah Prabowo di Board of Peace Bentuk Realisme Politik
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX