Suara.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta supaya Partai Golkar untuk melakukan konsolidasi. Konsolidasi ini diperlukan untuk menyambut Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden yang akan dilakukan serentak pada 2019.
"Sekarang hadapi 2018, konsolidasi tinggal setahun. Nggak usah bicara aneh-aneh," kata Luhut saat memberikan pengarahan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (21/5/2017).
Luhut menekankan, lebih baik partai Golkar melakukan konsolidasi ketimbang membicarakan masalah internalnya. Untuk masalah internal, Luhut mengatakan, sudah ada bagian yang mengurusinya.
Salah satu masalah internal yang dihadapi Partai Berlambang beringin itu adalah proses hukum yang dihadapi Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto. Novanto saat ini menjadi saksi dalam kasus proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).
Masalah ini pula yang memunculkan isu untuk diselenggarakannya Musyawarah Nasional Luar Biasa untuk mencari Ketua Umum yang baru ketika Novanto dinyatakan terlibat dalam kasus yang merugikan negara Rp2,3 triliun itu.
"Yang urusin, mau KPK kek sudah ada yang urusin, tenang saja ada yang urusin. Ada yang urusin Pilkada, ada yang urusin Jaksa Agung, KPK, itu sesuai kepercayaan masing-masing saja, nggak usah ributin itu. Kompak saja lah," kata dia.
"Golkar jangan mau dipanasin. (Apalagi dengan iming-iming) 'Eh kau mau jadi Ketum, mau jadi Sekjen'. Kalau itu kita pegang nggak ada yang bisa lawan Golkar ini. Golkar masih the best," cerita Luhut.
Dia pun mengatakan, orang-orang yang menginginkan Golkar terpecah adalah orang yang kampungan. Dia pun meminta supaya Partai Golkar tidak mau dipecah-belah dengan isu seperti itu.
"Jadi saya terus terang itu aja yang saya minta. Jangan kita sendiri pecah belah. Kalau ada yang anda ragu, saya bisa dikontak kapan aja," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Komisaris Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
-
Siasat Licik Andrew Mulyono Dekati Lodewyk Pusung Demi Kuasai Proyek Motor BGN Rp1 Triliun!
-
Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis di Pekanbaru, Belasan Motor dan Mobil Disita
-
Andrew Mulyono Bos Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Kelima Korupsi MBG, Ini Perannya
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Negara Boncos Rp1 Triliun per Bulan, DPR Desak MBG Disetop Sementara
-
Bantah Klaim BEM UI, Polda Metro: Sampai Detik Ini Tak Ada Surat Pemberitahuan Demo
-
DEN Temukan Potensi 9 Juta Barel Tangki Minyak Menganggur, Disiapkan untuk Kondisi Krisis
-
'Ada Bukti Transfer Uang'! Pengakuan Saksi dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai
-
Jangan Tunggu Rakyat Menjerit! Guru Besar UMY Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Energi Nasional