Suara.com - Usulan penambahan kursi pimpinan DPR, MPR, dan DPD tengah dibahas badan legislasi. Penambahan jumlah pimpinan DPR menjadi tujuh kursi, pimpinan MPR menjadi 11 kursi, dan pimpinan DPD menjadi lima kursi.
Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon tidak menunjukkan sikap penolakan terhadap usulan penambahan kursi pimpinan MPR.
"Kalau saya melihat sebenarnya di MPR itu tidak ada masalah. MPR fungsinya sekarang ini lebih banyak, selain fungsi-fungsi terkait legislasi, MPR ini juga lebih pada persoalan kebangsaan, termasuk juga sosialisasi Pancasila, Undang-Undang Dasar 45, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan lain-lain," kata Fadli di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/5/2017).
Menurut Fadli dengan penambahan kursi pimpinan MPR kinerja menjadi semakin maksimal karena akan semakin banyak wilayah yang bisa dijangkau dalam konteks pembangunan pada nilai-nilai kebangsaan dan kenegaraan.
"Sekarang kan kalau di DPR itu, lebih kepada daily politics. Terkait dengan hal-hal yang sifatnya teknis ad hoc. Sehingga itu bisa diterima. Tentu saja itu belum menjadi keputusan. Nanti harus dibawa ke paripurna," tutur Fadli.
Fadli menambahkan Partai Gerindra juga bisa mengirimkan perwakilan ke MPR.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra mengatakan Gerinda bukan pengusul penambahan kursi pimpinan dan akan menerima jika nanti disepakati.
"Karena seharusnya di dalam sistem yang lalu itu Gerindra harus ada perwakilannya di DPR dan MPR. Justru sekarang Gerindra di MPR tidak ada kan. Tapi Kalau Gerindra bukan pengusul, Gerindra jelas bukan pengusul. Saya hanya mengatakan di baleg bukan pengusul," kata Fadli.
Tag
Berita Terkait
-
Ahmad Muzani di Harlah NU: Bangsa Ini Berutang Jasa pada Kiai dan Santri
-
Ada 2 Raja Saling Mengklaim di Keraton Solo, Fadli Zon Mengadu pada DPR
-
Fadli Zon Sebut Pemerintah Tak Intervensi Urusan Keraton Solo: Fokus Kami Hanya Cagar Budaya
-
Tepis Isu Simpang Siur, Dasco Tegaskan Tak Ada Wacana Pilpres Dipilih MPR dalam Revisi UU Pemilu
-
5 Fakta Kericuhan Keraton Surakarta, Adu Argumen Dua Kubu 'Berebut Tahta'
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan