Suara.com - Wiryawan Indra Wijaya (36), warga Kampung Ranji Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, protes karena fotonya dalam kartu identitasnya disebar ke media sosial sebagai tertuduh pelaku pemboman Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur.
Bahkan, gara-gara menjadi korban informasi palsu (hoax), Wiryawan sempat dijemput aparat kepolisian untuk dimintakan keterangan.
“Saya kaget tiba-tiba ada polisi datang dan membawa saya. Saya tak tahu apa-apa, ternyata saya dituduh terkait bom Kampung Melayu,” kata Wiryawan di rumahnya, RT 02/09 Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (25/5/2017).
Wiryawan mengakui kehilangan KTP pada delapan bulan lalu, persisnya ketika bersama rekannya pulang dari Depok kemudian mengalami kecelakaan di daerah Cimande, Kabupaten Bogor.
Setelah kecelakaan itu, Iwang panggilan akrabnya, menitipkan sepeda motornya ke salah satu pabrik yang ada di daerah tersebut. Ia menggunakan angkutan umum untuk mencari tukang urut demi mengobati lukanya.
"Saya titipkan motor di pabrik, tetapi syaratnya harus menyimpan KTP," tambahnya.
Ketika dia selesai urut, pria kelahiran Bekasi ini langsung pulang ke rumahnya yang ada di Sukabumi.
Setelah beberapa hari kemudian ia baru ingat KTP miliknya ketinggalan di pabrik dan belum diambil hingga kekinian.
Karenanya, Iwang terkejut saat dirinya tiba-tiba dijemput pihak kepolisian terkait adanya fitnah yang disebar di media sosial.
Baca Juga: Anies Marah saat Jenguk Korban Bom Bunuh Diri Kampung Melayu
Namun, karena sama sekali tidak ada keterkaitan, ia dibebaskan oleh petugas Polres Sukabumi Kota setalah menjalani beberapa jam pemeriksaan.
"Yang jelas kami dirugikan akibat ulah oknum yang memfitnah dan menyebarkan foto saya dan berharap pelakunya segera diungkap," katanya.
Sementara itu kerabat Iwang, Adi Rustandi, menegaskan pihak keluarga sangat tidak nyaman dengan adanya penyebaran KTP di media sosial kalau Wiryawan merupakan pelaku bom bunuh diri yang tewas saat beraksi di Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
'Alasannya Mengada-ada!' Sudaryono Batalkan Proyek LED Rp535 M BGN Era Dadan Cs
-
Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Pastikan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Laos Malam Ini: Garuda Muda Unggul 2-0 Babak I
-
Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Janji Beri Modal Usaha untuk Warga
-
Febrie Bungkam Usai Dicecar Tim 9 Kejagung 50 Pertanyaan!
-
PJOK Demutualisasi Bursa Akan Perbolehkan Danantara Kuasai Lebih dari 5 Persen Saham BEI
-
Karhutla Sumsel Belum Usai, Ini 4 Harapan Publik untuk Herman Deru di Tengah Kabut Asap
-
Anggota DPR Tantang Kepala BGN Taruhan: Keracunan MBG Pasti Terulang Kalau Tata Kelola Buruk!
-
Bansos Diputus Gara-gara Judol, Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan Datangi Rumah Nenek Darmi
-
Lima Perusahaan Kena Sanksi Karhutla Kalbar, Izin Dibekukan dan Wajib Pulihkan Lingkungan