Jihan Thalib, mahasiswi korban bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu [suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]
Jihan Thalib merupakan satu dari sebelas korban selamat dari dua kali ledakan bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017), malam.
Saat ini, dia dirawat di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.
Ketika ditemui, dia masih mengenakan pakaian pasien. Dia berbaring di ranjang ketika menceritakan pengalaman pada malam itu.
Ketika itu, dia baru dari kampus. Dia mau pulang ke rumah dengan menumpang angkutan umum. Dia bersama Susi, teman kuliah.
"Saya kena di dekat toilet Terminal Kampung Melayu pas mau ke angkot 18 jurusan Melayu-Pondok Gede, pas mau Jalan ke arah angkot, banyak polisi duduk, saya lewat situ nggak lama ledakan pertama terjadi," kata Jihan.
Jihan pun ambruk. Dia masih ingat ketika itu suasananya begitu panik.
Saat ini, dia dirawat di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.
Ketika ditemui, dia masih mengenakan pakaian pasien. Dia berbaring di ranjang ketika menceritakan pengalaman pada malam itu.
Ketika itu, dia baru dari kampus. Dia mau pulang ke rumah dengan menumpang angkutan umum. Dia bersama Susi, teman kuliah.
"Saya kena di dekat toilet Terminal Kampung Melayu pas mau ke angkot 18 jurusan Melayu-Pondok Gede, pas mau Jalan ke arah angkot, banyak polisi duduk, saya lewat situ nggak lama ledakan pertama terjadi," kata Jihan.
Jihan pun ambruk. Dia masih ingat ketika itu suasananya begitu panik.
"Sehabis itu jatuh, pas ledakan kerudungan ilang, saya lari dan ada orang yang nyuruh saya lari," kata Jihan.
Jihan masih ingat ketika itu pandangannya sempat gelap dan telinga sakit.
"Kaget, posisi mata gelap. Telinga pengang. Saya jatuh disuruh lari. Lemes nggak ngira, badan ngerasa panas karena ada yang nancap sesuatu," kata dia.
Situasi ketika itu benar-benar menegangkan.
Tapi Jihan bersyukur bisa lepas dari maut. Ledakan bom bunuh diri tersebut menewaskan lima orang, termasuk dua terduga pelaku.
Jihan mengaku tidak trauma setelah pengalaman mengerikan malam itu.
Jihan kemudian mengatakan pemerintah memiliki perhatian pada kasus ini. Semua biaya perawatan, kata dia, ditanggung pemerintah.
Di RS Polri Kramatjati, sekarang merawat tujuh pasien.
Dua jenazah terduga pelaku, saat ini juga masih di sana.
Jihan mengaku tidak trauma setelah pengalaman mengerikan malam itu.
Jihan kemudian mengatakan pemerintah memiliki perhatian pada kasus ini. Semua biaya perawatan, kata dia, ditanggung pemerintah.
Di RS Polri Kramatjati, sekarang merawat tujuh pasien.
Dua jenazah terduga pelaku, saat ini juga masih di sana.
Tag
Komentar
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!