Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono saat meninjau Halte Transjakarta Kampung Melayu, Jakarta, Minggu (28/5) [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Pelaksana tugas Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat melarang kegiatan sahur on the road atau membagi-bagikan makanan sahur kepada warga di jalan raya selama bulan Ramadan karena rawan.
Pemerintah bekerjasama dengan Polda Metro Jaya untuk menertibkan kegiatan SOTR.
"Kalau seperti ini kami sudah kerjasama sama polda, kepolisian. Nggak boleh, kalau ada tertibkan itu, razia mereka. Kenapa? Karena rawan ditunggangi sama geng-geng motor," ujar Djarot di Balai Kota, Jakarta, Rabu (31/5/2017).
Pelarangan kegiatan SOTR bukan untuk membatasi kebebasan masyarakat dalam membantu sesama, tetapi lebih pada mencegah mereka menjadi korban kriminal dan kecelakaan di jalan raya.
"Sahur on the road itu dianggap keluyuran, jalan-jalan pakai kendaraan tanpa helm, knalpot dilubangi (knalpot racing), ngebut-ngebut," kata Djarot.
Menurut Djarot SOTR bisa diganti dengan sahur bersama di masjid atau panti asuhan.
"SOTR aku sudah bilang tidak, jangan. Kalau mau sahur saja di tempatnya masing-masing. Kalau mau sahur di pinggir jalan nongkrong saja di warung-warung dan lapak-lapak, nggak perlu keluyuran," kata Djarot.
"Kalau seperti ini kami sudah kerjasama sama polda, kepolisian. Nggak boleh, kalau ada tertibkan itu, razia mereka. Kenapa? Karena rawan ditunggangi sama geng-geng motor," ujar Djarot di Balai Kota, Jakarta, Rabu (31/5/2017).
Pelarangan kegiatan SOTR bukan untuk membatasi kebebasan masyarakat dalam membantu sesama, tetapi lebih pada mencegah mereka menjadi korban kriminal dan kecelakaan di jalan raya.
"Sahur on the road itu dianggap keluyuran, jalan-jalan pakai kendaraan tanpa helm, knalpot dilubangi (knalpot racing), ngebut-ngebut," kata Djarot.
Menurut Djarot SOTR bisa diganti dengan sahur bersama di masjid atau panti asuhan.
"SOTR aku sudah bilang tidak, jangan. Kalau mau sahur saja di tempatnya masing-masing. Kalau mau sahur di pinggir jalan nongkrong saja di warung-warung dan lapak-lapak, nggak perlu keluyuran," kata Djarot.
Komentar
Berita Terkait
-
Dilematika Sahur on The Road, Solidaritas dan Budaya Euforia Perkotaan
-
150 Personel Dikerahkan! Ini Lokasi 10 Titik Rawan Gangguan Selama Ramadhan di Jakarta Selatan
-
Dilarang di Jakarta, Viral di Jombang: Kenapa SOTR Jadi Polemik Tiap Ramadan?
-
HNW Kecam Keras Sahur On The Road di Jombang, Pakai Sound Horeg dan Penari Seksi?
-
Sahur on the Road Diawasi Ketat, Polda Metro Jaya Gelar Patroli Gabungan Setiap Hari
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi Terjadi 25 Maret
-
Boni Hargens: Mudik Gratis Presisi-Aman, Wujud Transformasi Polri dari Kekuasaan Menuju Pelayanan
-
Diplomasi Hangat 2,5 Jam di Teuku Umar: Megawati dan Ramos-Horta Perkuat Persaudaraan RI-Timor Leste
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Bos Aplikasi Dewasa Onlyfans Leonid Radvinsky Meninggal Dunia di Usia Muda
-
Rekaman Menegangkan Detik-Detik Tabrakan Pesawat Air Canada dengan Truk Pemadam di New York
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget