Suara.com - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengajak masyarakat untuk mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, tidak sekedar menampilkan "Saya Pancasila" di media sosial pada momentum peringatan Hari Lahir Pancasila.
"Banyak yang posting Saya Pancasila, Saya Indonesia dan lain-lain. Tetapi sebenarnya, esensi nilai Pancasila itu bukan terletak di pengakuan. Tapi harus ada sisi aplikatifnya dalam kehidupan," katanya, di Purwakarta, Kamis.
Hal tersebut disampaikan Dedi karena momentum peringatan Hari Lahir Pancasila ini banyak digunakan netizen terutama mereka yang menggunakan media sosial twitter untuk mengartikulasikan pandangan mereka terkait masalah kebangsaan.
Secara serentak, sejak Rabu (31/5/2017) malam, netizen menggunakan hashtag #SayaIndonesiaSayaPancasila.
Menurut dia, gerakan melalui media sosial tidaklah cukup dalam memperingati Hari Lahir Pancasila. Slogan-slogan positif yang beredar melalui media sosial itu menurutnya harus teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dedi yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan sebagai tokoh bhinneka dari Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara ini menekankan kalau Pancasila sudah tidak boleh lagi berada dalam wilayah diskusi yang mengawang-awang. Tetapi, harus sudah mulai dijadikan instrumen untuk meraih kesejahteraan masyarakat.
"Sudah bukan waktunya lagi kita dialog tinggi-tinggi tentang Pancasila. Mulai saja Pancasila itu dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata dia.
Terkait sisi aplikatif pengamalan nilai Pancasila, Dedi menyebut salah satu diantaranya adalah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Indonesia seperti beras.
Menurut dia, saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang mengonsumsi beras sejahtera atau rastra. Kondisi itu memperlihatkan sikap yang belum Pancasilais.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Senang PAN Mendukungnya Lawan Ridwan Kamil
"Bagaimana menjadi warga yang berpancasila, berkeadilan. Kalau rakyat miskin masih makan raskin, harus bayar lagi. Berarti belum bersikap Pancasilais itu," kata dia.
Pemkab Purwakarta sendiri kini sedang berjuang agar masyarakat di daerah itu tidak menggunakan rastra sebab telah digulirkan program Beras Perelek yang kini sudah bertransformasi menjadi ATM Beras.
Melalui program itu, masyarakat yang sudah masuk ke dalam golongan ekonomi mampu memberikan jatah beras kepada masyarakat yang termasuk ke dalam golongan ekonomi tidak mampu.
Sumbangan beras itu bisa segelas beras, seliter, satu kilogram, atau sesendok beras. Kemudian beras yang merupakan sumbangan dari keluarga yang mampu itu dimasukkan dalam ATM Beras.
Selanjutnya, masyarakat yang selama ini harus membeli rastra mendapatkan kartu ATM Beras dan bebas mengambil beras dari ATM Beras itu sesuai dengan jatah yang telah ditentukan.
"Program ATM Beras ini diharapkan bisa melahirkan pemerataan pemenuhan kebutuhan beras sehingga diproyeksikan masyarakat Purwakarta tidak lagi mengonsumsi beras raskin," kata Dedi. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judol, Kemensos Tahan Penyaluran Bantuan
-
Kapolri Listyo Sigit Buka Suara Soal Isu Bakal Diganti
-
22 Juta Investor Kripto Jadi Rebutan, CFX Gandeng 5 Fintech Bangun Ekosistem Aset Digital Syariah
-
Pasokan Rudal Iran Meningkat Pesat, Siap-siap Jika Perundingan Damai dengan AS Gagal Lagi
-
Waspada Motor Bodong! Ini Cara Cek Keaslian BPKB dan STNK Motor Bekas Biar Transaksi Aman
-
Sopir Mikrotrans Tabrak Lansia, Sempat Tutupi Kecelakaan sebelum Dipecat
-
Kasus Yurizal, Pakar UGM Dorong Audit Rumah Sakit: Jangan Berhenti di Permintaan Maaf
-
Tampang Saepul Penjual Piscok Pelaku Mutilasi di Depok
-
Menko Polkam Djamari Chaniago Perintahkan Aparat Tindak Tegas Penyebar Hoaks Demo Agustus 2026
-
Tak Cuma Flyover Garuda Sakti, SF Hariyanto Usulkan Proyek Bangun Jembatan Siak V