News / Nasional
Selasa, 06 Juni 2017 | 10:43 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa memberikan pengarahan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Layanan Dukungan Psikososial Tahun 2017 di Jakarta, Rabu (17/5/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi PMA (15), remaja korban persekusi di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bambu Apus, Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Mensos melihat kondisi anak tersebut di rumah aman Kemensos itu pada pukul 10.00 WIB. PMA sebelumnya berada di rumah aman (safe house) Polda Metro Jaya dan dikirimkan ke RSPA Bambu Apus.

Sebelumnya, Mensos Khofifah mengatakan rumah aman Kemensos didukung oleh banyak tim layanan psikososial dan dipastikan tim asessment. Tim yang akan melakukan psikososial terapi juga sudah siap.

Tim layanan dukungan psikososial guna memberikan 'trauma healing' dan trauma konseling, terutama bagi PMA yang mengalami kekerasan fisik dan verbal secara langsung. Biasanya terapi psikososial diberikan selama sebulan atau lebih tergantung tingkat trauma.

Ia mengharapkan kasus persekusi atau pemburuan sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas tidak terulang lagi.

Sebelumnya, beredar video viral aksi kekerasan sejumlah pria yang diduga anggota Front Pembela Islam (FPI), terhadap PMA (15). Dalam video berdurasi 11.22 menit tersebut, memperlihatkan remaja tersebut diinterogasi dan sempat dipukul sekelompok orang.

Load More