Suara.com - Presiden Joko Widodo mengungkapkan kisahnya yang ingin tampil beda dalam memberikan makna saat hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi Arab Islam-Amerika di Riyadh, Arab Saudi, pada 21 Mei 2017, lalu.
"Ya, kita kemarin itu memang di KTT Arab Islam dan AS di Riyadh. Saya memang menyampaikan sesuatu yang lain bahwa pendekatan untuk menangani terorisme, radikalisme tidak hanya dengan militer dan senjata," kata Presiden, dikutip dari Antara, Kamis (8/6/2017).
Dalam KTT Arab Islam-AS tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan pesan bahwa penanganan terorisme efektif dilakukan tidak sekadar dengan kekuatan yang keras (hard power), tetapi juga kekuatan yang lunak (soft power).
"Tidak hanya dengan pendekatan hukum saja, tetapi juga dengan pendekatan lunak, soft power, lewat agama, lewat budaya. Saya kira ya memang yang kita lakukan itu," kata Presiden.
Hal itu, menurut Presiden, justru mendatangkan hasil yang lebih efektif dan permanen, serta tidak menimbulkan dendam dan kemarahan yang tak berkesudahan.
Presiden Jokowi menilai sebagian besar kepala negara yang hadir dalam forum di Riyadh itu menyampaikan pesannya relatif serupa, sehingga sebagai Kepala Negara dan Pemerintahan RI perlu menyampaikan hal yang penekanannya berbeda.
Setidaknya empat hal yang disampaikan Presiden Jokowi dalam KTT tersebut, yakni pertama, umat Islam sedunia harus bersatu untuk meningkatkan Ukhuwah Islamiyah; kemudian kedua, kerja sama pemberantasan radikalisme dan terorisme yang harus ditingkatkan, termasuk dalam hal pertukaran informasi intelijen, pertukaran penanganan petempur teroris asing (Foreign Terrorist Fighters/FTF), dan peningkatan kapasitas.
Hal ketiga, Presiden menekankan bahwa akar persoalan terorisme harus diselesaikan, termasuk berbagai hal terkait ketimpangan sosial dan ekonomi yang harus diakhiri diiringi dengan kebijakan penguatan ekonomi inklusif bagi kelompok yang rentan terjun ke dunia radikalisme.
Hal keempat, Presiden Jokowi dalam forum itu berharap setiap negara di dunia harus berani menjadi bagian dari penyelesaian masalah (part of solution), bukan bagian dari masalah (part of problem) dalam hal pemberantasan terorisme.
"Saya sampaikan, ya memang, ya rata-rata yang lain yang disampaikan ya itu-itu saja. Kita dianggap beda, saya kira kemarin karena kita menyampaikan itu," demikian Presiden Joko Widodo.
Tag
Berita Terkait
-
Beda Kelas dengan Eggi Sudjana, Zulkifli Sebut Manuver Rismon Murni Skenario Tingkat Tinggi
-
Refly Harun Soroti Permohonan RJ Rismon di Kasus Ijazah Jokowi: Kehendak Bebas atau Ada Tekanan?
-
Momen Tiga Presiden Bersatu di Istana, Bahas Stabilitas dan Isu Global
-
Prabowo Undang Mantan Presiden dan Wapres ke Istana Malam Ini, Jokowi Hadir
-
Misteri di Balik Jas Hitam Jokowi di India: Bawa Jas, Kenapa Tangan Kiri Tertutup?
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
3 Prajurit TNI Tewas dalam Serangan Israel dan Ledakan di Lebanon, PBB Mengutuk Keras
-
Zebra Cross Pac-Man Viral, Pemprov DKI Akhirnya Bangun 5 Penyeberangan Baru di Tebet
-
Kasus Amsal Sitepu: Saat Kreativitas Dinilai Rp0 dan Berujung Tuntutan 2 Tahun Penjara
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, Ledakan Hantam Konvoi UNIFIL saat Misi Perdamaian
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia
-
3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo
-
Sempat Viral Zebra Cross Hilang, Pemprov DKI Akhirnya Bikin 5 Titik di Tebet
-
Pakar Pidana: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Peradilan Umum
-
Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR: Kriminalisasi terhadap Pekerja Kreatif adalah Keterbelakangan Hukum
-
Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka