Suara.com - Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, mengamankan seorang buronan kasus perampokan dengan cara memecah kaca mobil. Tersangka ISY ditangkap di kediamannya, Kelurahan Selayur Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Minggu.
Kapolres Ogan Komering Ulu AKBP Dra NK Widayana S di Baturaja mengungkapkan, ISY, buronan kasus perampokan modus pecah kaca mobil satu ini, digerebek anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Ogan Komering Ulu (OKU).
Upaya petugas untuk menggelandang tersangka ke Mapolres OKU tidak begitu mulus seperti yang sudah direncanakan, karena tersangka ISY nyaris lolos dalam penyergapan dan pengepungan anggota, bila saja tidak sempat terlihat anggota.
"Ada anggota kita yang melihat pelaku di atas atap genteng rumahnya mau melarikan diri. Anggota lain mengepungnya dan menyuruhnya turun sambil memberi tembakan peringatan," kata NK Widayana S.
Tersangka memang turun, tapi juga berusaha mencari jalan kabur lagi. Tindakan tegas terukur terpaksa diarahkan ke kaki tersangka hingga benar-benar tak bisa kabur lagi.
Sebelumnya, polisi yang menggerebek rumah tersangka sempat terkecoh. Setiap saat terali pintu rumah baik depan maupun belakang digembok dari luar. Kesannya tersangka dan anak istrinya sedang tidak ada di rumah. Namun, anggota tidak percaya begitu saja karena penyelidikan sudah sangat matang kalau tersangka ini ada di rumahnya.
Saat ini, tersangka sudah diamankan di Mapolres OKU dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dia menambahkan, tersangka merupakan daftar pencarian orang (DPO) kasus pencurian dengan korban seorang anggota Polri, Apriadi.
Tersangka beraksi dengan seorang temannya sudah lebih dulu diringkus yakni Edi Susanto, warga Desa Banuayu, Kecamatan Lubuk Batang. Berkas perkara Edi malahan sudah diserahkan polisi ke Kejaksaan Negeri OKU.
Waktu beraksi 1 Februari 2017 pelaku dan rekannya membuntuti mobil korban yang mambawa uang Rp250 juta. Setelah korban parkir dekat RS Antonio Baturaja bermaksud mengunjungi temannya, pelaku memecahkan kaca mobil korban dan mengambil tas berisi uang.
"Korbannya sempat melihat, lalu dikejar tapi lolos, namun tas yang diambil pelaku dibuangnya hingga ditemukan tukang ojek. Jadi dua tersangka semuanya berhasil kita amankan, dan kedua-duanya terpaksa dilumpuhkan karena sangat merepotkan dalam penangkapan," tandasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan