Suara.com - Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyatakan tugas tentara sangat ketergantungan dengan media. Media menjadi sumber informasi tentara dalam bertugas.
Hal itu dinyatakan Gatot dalam acara buka puasa bersama jurnalis di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/6/2017). Dalam acara itu hadir Kepala Staf TNI Angkata Darat Jenderal Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Markesal Hadi Tjahjanto dan sejumlah petinggi TNI lainnya.
"Memang kami menyadari bahwa dalam kondisi kekinian TNI dalam tugasnya sehari-hari tidak bisa lepas dari pers. Punya Ketergantungan pada pers," kata Gatot di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/6/2017).
Gatot mengakui pers sangat berjasa kepada dia sebagai seorang panglima TNI dalam mengontrol lembaga yang dia pimpin.
"Contohnya seperti saya. Saya menilai para panglima di bawah saya, saya gampangnya tinggal melihat laporan dari media," ujar Gatot.
Namun demikian, ia juga mengakui bahwa kekinian sulit membedakan berita produk jurnalis dengan opini yang sengaja dibuat untuk kepentingan tertentu, khususnya di media sosial.
"Tapi dalam satu sisi, saya yakin media mainstream masih bisa menjadi rujukan karena memberikan informasi berdasarkan olahan, ketepatan, dan aktual serta bisa dipertanggungjawabkan," kata Gatot.
Gatot juga berharap media tidak menjadi 'api pemantik' jelang Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019. Media perlu mengedepankan jurnalisme damai.
"Hal ini yang perlu sama-sama kita sikapi dengan arif dan bijak. Media diharapkan mendinginkan suasana bukan sebaliknya. Karena selama ini media sosial sebaliknya," kata Gatot.
Situasi ke depan harus disikapi dengan bijak. Sebab, semua akan ada imbasnya pada ekonomi tanah air.
"Mengapa ekonomi? Karena semua pergantian pemerintahan pasti didahului dengan krisis ekonomi dan kerusuhan sosial. Contohnya G30s PKI dan kerusuhan 98," tutur Gatot.
"Saya minta media sampaikan ke masyarakat, dan kalau ada apa-apa sampaikan kepada aparat," lanjut Gatot.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan