Suara.com - Panitia Seleksi (Pansel) telah menyeleksi 60 calon anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM. Dari 60 calon, 28 calon dinyatakan lolos.
"Kami telah melakukan seleksi terhadap 60 calon anggota Komnas HAM, dan berdasarkan rapat paripurna kami memutuskan 28 calon dinyatakan lolos," kata Jimly Asshiddiqie, Ketua Pansel di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharharyy, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2017).
Pansel telah melakukan penilaian terhadap sejumlah kualifikasi yaitu kejelasan visi dan misi, pemahaman substansi HAM, pengetahuan tentang Lembaga HAM, pengalaman di bidang HAM, kepekaan terhadap isu HAM sensitif, keberpihakan pada NKRI dan kemampuan komunikasi publik.
Selain itu, ke-28 calon yang lolos juga telah dilacak rekam jejaknya oleh Pansel dan masukan dari lembaga negara seperti KPK, PPATK, BIN, Kejaksaan dan Polri serta kelompok masyarakat sipil seperti LSM.
"Ada empat hal dalam penilaiannya, yakni soal kompetensi, kapasitas, integritas dan independensi," ujar dia.
Wakil Ketua Pansel Komnas HAM, Harkristuti menambahkan, dari 28 nama calon yang lolos tersebut hanya lima orang perempuan dan 23 laki-laki. Sedikitnya calon dari perempuan, karena saat pendaftaran calon perempuan memang sedikit yakni hanya 20 persen dari total pendaftar.
"Sayangnya yang perempuan cuma lima orang, 23 laki-laki. 14 orang dari LSM, empat orang dari Komnas HAM, Komnas Perempuan, peneliti/akedemisi, lawyer satu, TNI satu dan birokrat satu orang," ungkap dia.
Berikut 28 nama calon anggota Komnas HAM yang lolos tersebut;
1. Ahmad T Damanik.
2. Amirudin
3. Anggara
4. Antonio Pradjasto
5. Arimbi Heruupoetri
6. Beka Ulung
7. Chairul Anam
8. Dedy Askari-Komnas HAM Sulteng
9. FX Rudi Gunawan
10. Haris Azhar
11. Fadillah
12. Imdadun Rahmat-Komnas HAM/Birokrat
13. Hafid Abbas-Birokrat
14. Hairansyah-KPU
15. Jones Manurung
16. Judhariksawan-dosen Unhas
17. Munafrizal Manan-dosen Al Azhar Jakarta
18. Norman
19. Nur Ismanto-Advokat
20. Rafendi Djamin
21. Roichatul-Komnas HAM
22. Sandra Moniaga-Komnas HAM/Birokrat
23. Sondang Frishka-Komnas Perempuan
24. Sri Lestari-dosen
25. Sudarto
26. Sumedi-Purnawirawan TNI
27. Buyan Saptomo- Birokrat
28. Bahrul Fuad- Peneliti
Baca Juga: Dicueki Menteri, Alumni 212 Suruh Komnas HAM Langsung ke Jokowi
Dari 28 nama calon anggota Komnas HAM yang lolos ini pada 17 Juli mendatang akan menjalani tes psikotes dan kesehatan. Lalu pada 18 Juli tes wawancara. Dari 28 nama ini nantinya akan disaring menjadi 14 orang, kemudian diserahkan ke DPR RI untuk dipilih menjadi 7 orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!
-
Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan
-
Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR
-
Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan
-
Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan
-
Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor
-
Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi
-
Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek
-
Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?
-
Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'