News / Metropolitan
Senin, 10 Juli 2017 | 16:15 WIB
Hermansyah [Youtube]
Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Andry Wibowo menduga pembacokan terhadap pakar telematika Hermansyah dilatari cekcok mulut antara pelaku dan korban.

"Antara itu, modus paling nyata senggolan, emosional lalu terjadi perkelahian mulut lalu dibacok," kata dia.

Keributan terjadi karena Hermansyah -- saksi ahli kasus Habib Rizieq Shihab -- diduga emosional karena mobilnya tersenggol mobil pelaku. Lalu, Hermansyah mengejar mobil pelaku sampai berhenti di tepi jalan tol Jagorawi, Jakarta Timur. Pada saat itulah terjadi cekcok yang berujung pembacokan.

Andry mengatakan penyidik sudah meminta keterangan saksi, antara lain istri Andry. Selain itu, penyidik juga memeriksa CCTV.

Namun, Andry belum menyebutkan nomor kendaraan pelaku.

"Ya TKP sudah (kami periksa CCTV), tapi kan di TKP ini belum bisa secara tajam mengidentifikasi kendaraan makanya kami rahasiakan dulu," kata Andry.

Hermansyah mengalami luka serius dan kini dirujuk dari RS Hermina Depok ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
 
Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman mendesak kepolisian segera mengungkap siapa orang yang menyerang Hermansyah.

"Belajar dari pengalaman lalu, kita berharap polisi menangkap pelaku dalam waktu dekat. Kita ingat kasus bendera tauhid saja bisa dalam beberapa hari orang yang tidak dikenal bisa ditangkap. Apalagi ini di jalan tol yang punya teknologi CCTV," ujar Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air di RSPAD Gatot Soebroto.

Habiburokman mengatakan polisi seharusnya tidak sulit mengungkap kasus ini, apalagi kejadiannya tidak direncanakan.

"Yang kita pertanyakan, kalau ini spontanitas, seharusnya tidak terlalu sulit bagi aparat kepolisian untuk menangkap pelakunya. Kecuali memang ini terencana, sehingga sudah ada rencana penghilangan alat bukti. sehingga menjadi sulit," tutur dia.

Load More