Hermansyah [Youtube]
Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Andry Wibowo menduga pembacokan terhadap pakar telematika Hermansyah dilatari cekcok mulut antara pelaku dan korban.
"Antara itu, modus paling nyata senggolan, emosional lalu terjadi perkelahian mulut lalu dibacok," kata dia.
Keributan terjadi karena Hermansyah -- saksi ahli kasus Habib Rizieq Shihab -- diduga emosional karena mobilnya tersenggol mobil pelaku. Lalu, Hermansyah mengejar mobil pelaku sampai berhenti di tepi jalan tol Jagorawi, Jakarta Timur. Pada saat itulah terjadi cekcok yang berujung pembacokan.
Andry mengatakan penyidik sudah meminta keterangan saksi, antara lain istri Andry. Selain itu, penyidik juga memeriksa CCTV.
Namun, Andry belum menyebutkan nomor kendaraan pelaku.
"Ya TKP sudah (kami periksa CCTV), tapi kan di TKP ini belum bisa secara tajam mengidentifikasi kendaraan makanya kami rahasiakan dulu," kata Andry.
Hermansyah mengalami luka serius dan kini dirujuk dari RS Hermina Depok ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
"Antara itu, modus paling nyata senggolan, emosional lalu terjadi perkelahian mulut lalu dibacok," kata dia.
Keributan terjadi karena Hermansyah -- saksi ahli kasus Habib Rizieq Shihab -- diduga emosional karena mobilnya tersenggol mobil pelaku. Lalu, Hermansyah mengejar mobil pelaku sampai berhenti di tepi jalan tol Jagorawi, Jakarta Timur. Pada saat itulah terjadi cekcok yang berujung pembacokan.
Andry mengatakan penyidik sudah meminta keterangan saksi, antara lain istri Andry. Selain itu, penyidik juga memeriksa CCTV.
Namun, Andry belum menyebutkan nomor kendaraan pelaku.
"Ya TKP sudah (kami periksa CCTV), tapi kan di TKP ini belum bisa secara tajam mengidentifikasi kendaraan makanya kami rahasiakan dulu," kata Andry.
Hermansyah mengalami luka serius dan kini dirujuk dari RS Hermina Depok ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman mendesak kepolisian segera mengungkap siapa orang yang menyerang Hermansyah.
"Belajar dari pengalaman lalu, kita berharap polisi menangkap pelaku dalam waktu dekat. Kita ingat kasus bendera tauhid saja bisa dalam beberapa hari orang yang tidak dikenal bisa ditangkap. Apalagi ini di jalan tol yang punya teknologi CCTV," ujar Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air di RSPAD Gatot Soebroto.
"Belajar dari pengalaman lalu, kita berharap polisi menangkap pelaku dalam waktu dekat. Kita ingat kasus bendera tauhid saja bisa dalam beberapa hari orang yang tidak dikenal bisa ditangkap. Apalagi ini di jalan tol yang punya teknologi CCTV," ujar Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air di RSPAD Gatot Soebroto.
Habiburokman mengatakan polisi seharusnya tidak sulit mengungkap kasus ini, apalagi kejadiannya tidak direncanakan.
"Yang kita pertanyakan, kalau ini spontanitas, seharusnya tidak terlalu sulit bagi aparat kepolisian untuk menangkap pelakunya. Kecuali memang ini terencana, sehingga sudah ada rencana penghilangan alat bukti. sehingga menjadi sulit," tutur dia.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Aurel Tak Tahan dengan Kebiasaan Suami dan Ingin Sudahi Pernikahan, Atta Halilintar Beri Klarifikasi
-
Dibongkar Aurel Hermansyah, Awal Kedekatan El Rumi dan Syifa Hadju Jadi Obrolan Geng Arisan
-
Sempat Debat dengan Anang Hermansyah, Ashanty Resmi Jual Rumah Cinere Rp25 Miliar
-
Lulus S3 Sambil Masuk Ruang Emergency, Ashanty Blak-blakan soal Tawaran Masuk Parpol
-
Kawal Kasus di UI, Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara