Nama-nama kandidat Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) pada Pilkada Jawa Timur belum berubah. Empat nama masih mendominasi, yaitu Wagub Jatim saat ini Saifullah Yusuf, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Survei terbaru Surabaya Survey Center (SSC) yang dipublikasikan Selasa (12/7/2017) menegaskan hal itu. Hasil survei yang hampir serupa juga dikemukakan Poltracking Institute, Indikator Politik, dan The Initiative pada survei sebelumnya.
Direktur SSC Mochtar W Oetomo mengatakan, dalam simulasi 24 kandidat, posisi tertinggi untuk cagub ditempati Saifullah Yusuf dengan elektabilitas 26 persen, Tri Rismaharini 24,10 persen, Khofifah Indar Parawansa 16,80 persen, dan Abdullah Azwar Anas 5,50 persen.
"Gus Ipul tertinggi di elektabilitas dibandingkan kandidat-kandidat lainnya," ujar Direktur SSC Mochtar W Oetomo dalam rilis hasil survei kontestasi Cagub-Cawagub Jatim di Surabaya, Jawa Timur Rabu (12/7/2017).
Adapun untuk posisi cawagub, Bupati Azwar Anas menempati level tertinggi dengan elektabilitas 12,90 persen, lalu disusul Kusnadi 7,5 persen, La Nyalla Mattilitti 7,4 persen, Halim Iskandar 6 persen, Imam Nahrawi 5,8 persen, Nurhayati Assegaf 5,5 persen. Adapun nama lainnya berada di level 4 persen ke bawah.
Mochtar mengatakan, nama Azwar Anas muncul menjadi kandidat cawagub paling diinginkan publik karena dikena sebagai bupati yang berprestasi dan inovatif, bahkan dikenal di level nasional. "Bupati Anas dikenal banyak melakukan terobosan," ujarnya.
Survei tersebut diselenggarakan pada 10-30 Juni 2017 meliputi 38 kabupaten/Kota di Jatim dengan metode multistage random sampling, mengambil 800 responden dengan margin of error 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Pakar Komunikasi Politik Unair Suko Widodo sebagai penanggap hasil survei mengatakan, temuan survei tersebut menunjukkan bahwa publik Jatim semakin menjadikan kinerja sebagai dasar untuk menentukan pilihan. Kinerja yang dimaksud terkait penyelesaian permasalahan masyarakat, inovatif, dan kreatif.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Lebaran "Barong Ider Bumi" dari Banyuwangi
"Kinerja berkaitan dengan kapasitas. Kriteria ini penting untuk didorong agar kontestasi Pilgub Jatim tidak melulu bersandar pada popularitas dan elektabilitas. Akan sangat kuat jika pasangan yang bersaing nanti adalah paduan antara sosok populer dan terbukti berkinerja serta mampu mengembangkan masyarakat," ujar Suko.
Jika kinerja dan kapasitas menjadi acuan, lanjut Suko, maka yang harus dikomunikasikan intensif ke publik adalah hasil kerja.
"Misalnya sudah berhasil mengembangkan terobosan di daerah, berinovasi membangun daerah dan sebagainya. Di Surabaya misalnya Bu Risma, di Banyuwangi ada Pak Azwar Anas," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan