Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali membuka pendaftaran beasiswa Banyuwangi Cerdas. Pendaftaran beasiswa yang akan menguliahkan anak-anak muda daerah ujung timur Pulau Jawa itu bisa diakses melalui online di website Dinas Pendidikan, khususnya pada bagian Banyuwangi Cerdas.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan, pendaftaran online diharapkan bisa memudahkan warga untuk mengaksesnya.
”Selama ini beasiswa ini hanya disosialisasikan di sekolah-sekolah, sehingga jangkauannya terbatas. Lalu saya evaluasi, dan saya instruksikan untuk di-online-kan, sehingga masyarakat lebih punya kesempatan, khususnya warga kurang mampu. Setelah pendaftaran akan diverifikasi kelayakannya,” kata Anas di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (14/6/2017).
Dengan cara online ini hasilnya juga lebih bermutu, karena seleksinya dilakukan secara transparan. Sehingga kecil sekali ada manipulasi data dalam program beasiswa ini.
“Kami mengharapkan masyarakat bisa memanfaatkan peluang ini. Karena selain sekolah mereka dibiayai gratis pemerintah, alumni dari program ini juga bisa ditampung di program Banyuwangi Mengajar. Mereka yang sudah lulus akan kami rekrut, dan diberi honor untuk mengabdi di desa yang secara geografis sulit dijangkau,” kata Anas.
Anas memaparkan, Beasiswa Banyuwangi Cerdas sendiri terdiri atas dua skema. Pertama, beasiswa kerja sama antara Pemkab Banyuwangi dan tiga perguruan tinggi negeri, yaitu Universitas Jember, IAIN Jember, dan Universitas Terbuka. Dalam skema ini, seluruh biaya kuliah ditanggung oleh Pemkab Banyuwangi.
”Penerima beasiswa juga mendapat uang saku Rp 600.000 per bulan sampai lulus kuliah. Jadi biaya pendidikan kita tanggung, biaya hidup juga diberi. Semoga ke depan bisa kita tambah," kata Anas.
Kedua, skema prestasi yang memberi beasiswa bagi anak muda Banyuwangi yang berkuliah di berbagai perguruan tinggi, meski kampus itu tidak menjalin kerja sama resmi dengan Pemkab Banyuwangi. Dana diberikan secara total dalam sekali masa kuliah berdasarkan kalkulasi tim.
Baca Juga: Poltracking Sebut Bupati Banyuwangi Jadi Cawagub Terfavorit
”Kampusnya bebas, bisa di dalam maupun luar Banyuwangi. Ada yang penerimanya mahasiswa di kampus Banyuwangi, ada pula yang kuliah di Unair Surabaya, UGM Yogyakarta, Universitas Brawijaya Malang, dan sebagainya,” ujar Anas.
Sejak dibuka pendaftaran, situs pendaftaran beasiswa tersebut ramai diakses pelajar. Per hari ada 20-30 pelajar yang mendaftar. Salah satunya Mega Putri. Alumnus SMAN I Glenmore ini antusias ingin berkuliah di Universitas Jember (Unej). Mega merupakan anak dari seorang buruh bangunan yang bercita-cita menjadi guru dan ahli sejarah.
“Saya sangat senang dengan beasiswa ini, karena saya punya harapan untuk lolos dan kuliah di Jember,” kata Mega yang pernah meraih prestasi juara I di kelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Sulihtiyono menambahkan, pendaftaran berbasis online telah dimulai sejak 2 Juni, dan akan ditutup pada 20 Juni.
Sejak dibuka pada 2011, Pemkab Banyuwangi sudah membiayai sekitar 700 mahasiswa dengan alokasi dana sekitar Rp 15 miliar per 2016. (Antara)
Berita Terkait
-
Poltracking Sebut Bupati Banyuwangi Jadi Cawagub Terfavorit
-
Survei: Gus Ipul Unggul dari Khofifah, Risma dan Azwar Anas
-
Di Banyuwangi, Kini Daftar Asuransi BPJS Bisa di Kecamatan
-
Banyuwangi Buat Rumah Singgah Bagi Warga yang Dirujuk ke Surabaya
-
Bupati Banyuwangi Dukung UKP PIP Tanamkan Nilai Pancasila
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau