Suara.com - Polisi masih menunggu surat izin dari dokter yang merawat penyidik KPK di Singapura.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono ketika ditanya soal beredarnya video Novel yang mengabarkan kondisi matanya setelah disiram air keras oleh dua orang tak dikenal.
"Kalau percaya medsos ya silakan, kami berdasarkan fakta. (Izin) dokter yang kami tunggu, menjadi dasar pemeriksaan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa (25/7/2017).
Argo mengatakan izin dari dokter nanti akan disampaikan lewat pimpinan KPK.
"Kami masih koordinasi dengan KPK. (Apakah) dokter di (rumah sakit Singapura) sana memberikan izin atau belum. Kapan kami berangkat ke Singapura, kami siap," kata dia.
Pemeriksaan terhadap Novel untuk kesekiankalinya ini bertujuan untuk mencari titik terang siapa orang yang menyerang Novel. Kasus tersebut merupakan salah satu pekerjaan rumah terbesar polisi saat ini.
Argo menolak menjelaskan informasi apa yang akan ditanyakan ke Novel.
"Memeriksa Pak Novel kemudian dituangkan dalam berita acara," kata dia.
Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengunggah video berisi pernyataan Novel di media sosial, Twitter.
Dalam video tersebut, Novel mengenakan kopyah putih dan polo shirt bertuliskan: Est. 1967 Fifth Avenue New York Est. MCLXVII."
Di awal video, Novel menyampaikan apresiasi kepada masyarakat anti korupsi yang selama ini mendoakan kesehatannya.
"Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua rekan-rekan, yang telah mendoakan, yang telah memberikan perhatian dan dukungan, tentunya," kata Novel.
Kedua mata Novel terlihat terluka. Yang paling parah keadaan mata sebelah kiri yang sampai sekarang belum bisa dipakai untuk melihat secara normal. Mata tersebut masih akan dioperasi lagi.
Secara khusus, Novel mengucapkan terimakasih kepada PP Muhammadiyah dan kawan-kawannya yang terus mendukung.
Kemudian dia menjelaskan keadaan matanya.
Tag
Berita Terkait
-
Novel Ungkap Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Berkas Dilimpah, Padahal Korban Belum Diperiksa?
-
Perjuangan HAM Tak Berhenti Usai Penyerangan Andrie Yunus, KontraS: We keep moving forward, Tatakae!
-
Novel Baswedan: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Upaya Pembunuhan, Pelaku Terorganisir!
-
Soal KPK Tak Pajang Tersangka, Novel Baswedan Soroti Dalih Kemanusiaan
-
Novel Baswedan 'Senggol' Prabowo: Kembalikan Pegawai KPK Korban Firli, Ini Penegakan Hukum
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Semua Komponen Ada di RI, Prabowo Luncurkan Motor Listrik MoLiNas Garapan Anak Bangsa
-
Penyelundupan 98 Burung Ilegal ke Jawa Berakhir di Pelabuhan Bakauheni
-
73 Akun Medsos Sebarkan Berita Bohong Soal Warung Desa Bakal Ditutup Gara-Gara Kopdes
-
Prabowo Siapkan Skema Tukar Motor Bensin dengan Motor Listrik
-
4 Sisi Gelap Emily dalam A Rose for Emily yang Bikin Merinding
-
DPLK BRI Dipercaya Kelola Dana Pensiun 3.000 Pegawai Unpad
-
UPH Festival 2026 Bekali Hampir 7.000 Mahasiswa Baru Temukan Jati Diri dan Panggilan sebagai Menemu
-
Panas Mendidih! Penampakan Kentang Baru Dipanen Meleleh seperti Habis Direbus
-
Dugaan Deepfake Soal Warung Disuruh Tutup karena Kopdes, Mendes PDT Yandri Lapor Bareskrim
-
Harga Laptop Windows Terancam Makin Naik Lagi, Bukan RAM Penyebabnya!