Suara.com - Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia Hary Tanoesoedibjo memberi sinyal akan mendukung Joko Widodo di pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2019. Sinyalemen tersebut disampaikan bos MNC Group setelah menghadiri acara Penganugerahan Kepala Daerah Inovatif Koran SINDO 2017 di Hotel Westin, Jakarta, Selasa (1/8/2017).
Menurut pengamat politik dari Point Arief Nurul Imam langkah tersebut sah-sah saja dalam percaturan politik, apalagi Perindo merupakan partai yang masih baru. Apapun langkah yang diambil Hary Tanoe, katanya, tentu akan menentukan masa depan partai.
"Saya kira itu pilihan politik Hary Tanoe yang menentukan langkah politik. Secara politik sah-sah saja, ini bagian dinamika politik saja," kata Nurul Imam kepada Suara.com, Rabu (2/8/2017).
Selama ini Hary Tanoe mengambil posisi sebagai partai yang mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah Jokowi dan Jusuf Kalla. Sinyalemen Hary Tanoe pindah haluan politik menjadi pro pemerintah menarik perhatian publik.
Menurut Nurul Imam sebagai partai yang belum memiliki kursi di Parlemen, tentu gaya oposisi Hary Tanoe belum signifikan.
"Barangkali soal positioning politik menyambut 2019," kata dia.
Nurul Imam menilai memang akan lebih menguntungkan bagi Hary Tanoe jika bergabung dengan pemerintah.
"Ini soal mencari sekutu politik, berkomunikasi dengan pemerintah boleh jadi lebih bermakna secara elektoral. Ya pasti ada plus minusnya, secara politik lebih baik berkomunikasi dengan pemerintah ketimbang oposisi karena kekuatan lebih dominan pemerintah," kata dia.
Berita Terkait
-
CMNP Ajukan Sita Jaminan Rumah di Beverly Hills AS Milik Hary Tanoe, Ada Apa?
-
Kekayaan Hary Tanoesoedibjo yang Namanya Masuk Epstein Files
-
Bukan Hanya Tokoh, Ini Seputar Indonesia yang 902 Kali Disebut dalam Epstein Files
-
KPK Panggil Kakak Hary Tanoe dalam Kasus Bansos Hari Ini
-
'Sakit Hati' Lama Terbongkar di Pengadilan, Jusuf Hamka: Saya Dizalimi Hary Tanoe
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan