Suara.com - Valentino Rossi tidak bisa menutupi ekspresi kegembiraannya usai memuncaki hasil tes resmi MotoGP di Sirkuit Brno, Ceko, Senin (7/8/2017).
Rossi, yang sehari sebelumnya finis keempat pada balapan MotoGP Ceko, tampil tercepat pada sesi tes dengan waktu 1 menit 55,162 detik.
Catatan waktu tersebut diukirnya pada lap ke-51 dari 52 lap yang dilahapnya. Rossi unggul 0,018 detik dari Marc Marquez (Repsol Honda) yang justru jadi pemenang lomba di Brno akhir pekan lalu.
"Saya sangat, sangat senang karena sudah lama, lama sekali tidak menempati urutan pertama di hari Senin, karena saya tidak terbiasa suka dengan tes di hari Senin," kata Rossi, dikutip dari Crash, Selasa (8/8/2017). "Itu adalah salah satu bagian tersulit dalam hidup saya."
Pada tes di Brno, pebalap Movistar Yamaha ini mencoba beberapa komponen baru pada motornya. Salah satunya adalah komponen fairing.
Namun demikian, The Doctor--julukan Rossi--mengatakan, masih ingin mengkaji ulang untuk penggunaan fairing baru pada balapan-balapan berikutnya.
"Kami mencoba fairing (baru) dan hasilnya bagus. Saya merasakan sesuatu yang positif. Tapi, penggunaan fairing baru tergantung dari sirkuitnya. Saya merasa trek seperti Brno tidak begitu penting untuk menggunakan fairing seperti ini," ujarnya.
Pada balapan di Sirkuit Brno hari, Minggu (6/8/2017), Rossi finis keempat di belakang Marquez, Dani Pedrosa (Repsol Honda), dan rekan setimnya Maverick Vinales.
Akibat kegagalan jadi juara di Brno, kini Rossi terpaut 22 dari Marquez yang masih kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 154 poin.
Baca Juga: Hasil Tes di Brno, Rossi 'Asapi' Marquez
Balapan selanjutnya akan digelar di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Minggu (13/8/2017). Perlombaan akhir pekan nanti bakal jadi yang kedua bagi Red Bull Ring menggelar balapan 'kuda besi' ini.
Pertama kalinya sirkuit yang memiliki lintasan sepanjang 4,318 km ini menggelar event MotoGP, yakni tahun lalu. Ketika itu, Andrea Iannone keluar sebagai juara dengan motor Ducati.
Tag
Berita Terkait
-
Marc Marquez Tertekan! Awal Buruk MotoGP 2026 Bikin Misi Juara Terancam
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Motor Yamaha Satu Ini Bikin Scoopy Bisa Terpukul Mundur, Segini Harganya
-
Pukau Publik, Pembalap Pertamina Enduro Dilirik Tim Pabrikan MotoGP
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi