- Petugas gabungan menertibkan 15 rumah dinas PAM Jaya di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada Rabu, 5 Mei 2026.
- Penertiban dilakukan untuk mengamankan objek vital negara serta membangun sarana pengelola lumpur di lokasi lahan tersebut.
- PAM Jaya memberikan uang penggantian Rp50 juta serta fasilitas hunian rusun gratis selama satu tahun bagi warga.
Suara.com - Ratusan petugas gabungan dikerahkan dalam penertiban 15 bangunan rumah dinas milik PAM Jaya di Jalan Penjernihan II Nomor 1 A hingga 15 A, Kelurahan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Diketahui 15 rumah dinas milik PAM Jaya berada di atas bidang tanah milik PAM Jaya seluas 35.064 meter persegi dengan bukti kepemilikan Surat Hak Guna Bangunan (SHGB).
Senior Manager Corporate Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza, mengatakan hari ini pihaknya menertibkan 15 bangunan rumah dinas PAM Jaya.
Penertiban ini menggandeng Pemerintah Kota Jakarta Pusat, Satpol PP, Polri dan TNI.
“Kami bersama Walikota Jakarta Pusat, Kejaksaan serta unit perangkat kerja daerag (UKPD) lainnya dilibatkan dalam penertiban. Ini proses sudah panjang dan sudah ada fase pemberitahuan hingga penertiban hari ini,” ucap Gatra, kepada wartawan, Rabu (5/5/2026).
Gatra menuturkan warga yang rumahnya terkena penggusuran bakal ditempatkan di rumah susun (Rusun) yang telah disediakan Pemerintah Kota Jakarta Pusat.
Selain itu, PAM Jaya memberikan uang penggantian sebesar Rp 50 juta.
“Nanti warga ditempatkan di rusun secara gratis selama 1 tahun. Santunan juga telah disiapkan untuk warga,” ujar Gatra.
Penggusuran, kata Gatra, dilakukan karena mempertimbangkan aspek keamanan dan perlindungan objek vital. Pasalnya lokasi tersebut berada dekat dengan reservoir IPA Pejompongan II yang aksesnya harus di jaga ketat.
Baca Juga: Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
“Nantinya lokasi ini akan dibangun penambahan pengelola lumpur,” ucap Gatra.
Sementara itu, Kasatpol PP Jakarta Pusat, Purnama mengatakan pihaknya menerjunkan 600 petugas gabungan. Mulai dari Satpol PP, Polri, TNI dan petugas lainnya.
Selain itu, satu alat berat dikerahkan dalam penertiban.
“Penertiban hari ini berlangsung kondusif,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Dahaga Menahun Berakhir, 295 Rumah di Semanan Kini Nikmati Air Bersih dari Waduk Aseni
-
Cerita di Balik Penggusuran 36 Bangunan Rumah di Cibubur
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
Dihujani Kritik Buntut Proyek Pipa Bikin Macet, Dirut PAM Jaya Jawab Begini
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli