Suara.com - Aparat Subdit Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya membekuk kawanan begal asal Lampung yang aksinya kerap meresahkan warga khususnya pengguna jalan.
Sebanyak 3 tersangka dari kawanan begal sadis ini dibekuk polisi saat hendak melakukan aksinya di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur pada 2 Agustus 2017.
"Tersangka ini spesialis pelaku pencurian motor. Kelompoknya ini cukup sadis karena, kalau korban melawan, mereka tidak segan-segan untuk melakukan perlawanan," kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan, Selasa (8/8/2017).
Menurut Hendy, petugas terpaksa meletuskan timah panas kepada salah satu tersangka bernama Andi alias MS. Penindakan tegas dan terukur itu karena Andi dinilai ingin melarikan diri saat ditangkap.
"Pada saat hendak ditangkap, tersangka melarikan diri dengan mengendarai motor Honda Beat tanpa pelat nomor," kata Hendy.
Sebelum ditembak mati, kata Hendy, polisi sempat melepaskan tembakan ke arah udara sebagai peringatan agar tersangka menyerah.
"Saat tembakan tidak diindahkan oleh tersangka, sehingga terpaksa anggota melumpuhkan dengan tembakan timah panas yang mengakibatkan tersangka meninggal dunia," kata dia.
Dari upaya penangkapan itu, polisi juga menyita beberapa barang bukti berupa satu unit motor hasil curian, kunci leter T, 2 anak kunci leter T, uang Rp50 ribu, SIM, dan telepon genggam.
Baca Juga: Gadis 12 Tahun Dibegal dan Diperkosa Roy di Jalanan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara