Suara.com - Kepolisian Daerah Lampung menembak mati dua begal, Minak Raden dan Riki. Keduanya masing-masing berasal dari daerah Dusun V, Desa Negara Batin, Jabung, Lampung Timur, dan Desa Tebing, Melinting, Lampung Timur.
Kedua bandit tersebut terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas petugas, karena coba lari. Sedangkan, ada dua pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri.
"Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Kamis (2/3) pukul 04.00 WIB, polisi hanya berhasil melumpuhkan dua tersangka pembegalan karena berusaha lari dari kejaran petugas, sedangkan dua lainnya melarikan diri," kata Direskrimum Polda Lampung, Kombes Heri Sumarji, di Bandarlampung, Jumat (3/3/2017).
Heri menjelaskan, dua pelaku yang melarikan diri saat dilakukan penangkapan, yakni Deka warga Mumbang Jaya, Jabung, Lampung Timur, dan Abas warga Desa Asahan, Jabung, Lampung Timur.
Pada saat penggerebekan, keduanya sedang bermain judi dan berhasil lari, namun Abas yang terkena peluru petugas tetap berhasil melarikan diri.
Minak Raden dan Riki memiliki lebih dari 10 catatan laporan di kepolisian, petugas pun sempat mengeluarkan surat daftar pencarian orang (DPO) atas keduanya.
"DPO sudah lama ditetapkan, dan yang kami ketahui ada 15 laporan, salah satu pelaku yang meninggal ini pernah menodong polisi," kata dia pula.
Aksi terakhir Minak Raden dilakukan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan dengan mengincar kendaraan roda dua, dan setiap aksinya wajib membawa senjata api.
Barang bukti yang berhasil disita dari pelaku Minak Raden alias Erwin yakni satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver, dua butir selongsong peluru kaliber sembilan mm, tiga butir amunisi aktif kaliber sembilan mm, dua unit kendaraan roda dua merek Honda, dan satu unit obeng.
Baca Juga: Antisipasi Kejahatan, Kapolri Minta Kota Pekanbaru Perbanyak CCTV
Sedangkan dari tersangka Riki, barang bukti yang disita satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver, satu butir selongsong peluru kaliber sembilan mm, tiga butir amunisi aktif kaliber sembilan mm, tiga pasang spion motor, dan satu buah kunci letter T.
Sementara itu, dari kediaman Abas disita satu unit kendaraan roda dua Yamaha Vixion warna hitam, satu bilah senjata tajam jenis badik, dan satu bilah senjata tajam jenis golok.
Berita Terkait
-
Modal Korek Api, Bandit Ini Kaya Raya, Tapi Ujungnya ke Penjara
-
Parkiran Stasiun Senen Ternyata Selama Ini Aman Buat Jual Sabu
-
Malang Nasib Nimas, Kesetrum Saat Perbaiki Listrik di Waktu Hujan
-
Gara-gara Cekcok, Pemuda Disabet Celurit Teman sampai Tewas
-
Viko Pecahkan Kaca, Gelantungan, Tragis, Dia Jatuh dari Lantai 14
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi