News / Metropolitan
Selasa, 08 Agustus 2017 | 16:57 WIB
Rumah susun Karet Tengsin di Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Tunggakan biaya rumah susun sederhana sewa pada Juni 2017 mencapai Rp32 miliar. Sekretaris Daerah Jakarta Saefullah mengatakan sempat tidak bisa tidur setelah mengetahui banyak warga menunggak biaya sewa.

"Waktu rapim Minggu lalu saya minta hitung (total tunggakan rusunawa). Semalam juga saya hampir tidak bisa tidur pikirkan yang tunggakan bagimana ini," ujar Saefullah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017).

Pemerintah Jakarta tidak akan kejam pada warga korban gusuran. Warga yang menunggak masih tetap diberikan toleransi untuk tinggal di rumah susun asalkan mereka memiliki niat baik untuk mencicil biaya sewa.

"Nggak mungkin kita kejam dalam melayani masyarakat kita. Kita usir itu nggak mungkin. Yang kita bangun itu kesadaran mereka," kata Saefullah.

Selain itu uang dari biaya sewa unit rusun yang ditarik pemerintah DKI, ucap Saefullah, tidak masuk ke kas daerah. Uang itu nantinya akan digunakan untuk biaya perbaikan-perbaikan.

"Mari kita bangun kesadaran. Karena ini bukan masuk ke kas pemerintah. Ini akan dikembalikan untuk biaya maintenance," kata dia.

"Orang hidup itu ada konsekuensi, ada pembiayaan. Kita saja harus bayar zakat fitrah 3,5 liter beras dalam satu tahun, setelah kita puasa satu bulan," lanjut Saefullah.

Load More