Suara.com - Keponakan tersangka korupsi e-KTP Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo mangkir dari pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (8/8/2017). Irvan sedianya diperiksa sebagai saksi untuk Novanto.
KPK inging mengklarifikasi soal hasil geledah rumah Irvanto beberapa saat lalu.
"Setelah geledah kita banyak dapatkan informasi kemudian dari riksa saksi-saksi lain kita dapatkan informasi tambahan. Itu pasti perlu diklarifikasi pada saksi tersebut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Selatan.
Irvan yang juga mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, tak hadir dengan alasan sakit. Namun surat pemberitahuan resmi perihal ketidakhadiran yang bersangkutan belum diterima KPK. Irvan sudah pernah diperiksa beberapa kali untuk tersangka kasus e-KTP yang lainnya, seperti mantan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.
PT Murakabi Sejahtera perusahaan yang pernah dimilik Irvan merupakan, salah satu konsorsium yang dibentuk Andi Narogong untuk mengikuti tender proyek e-KTP. Irvan pun masuk dalam Tim Fatmawati itu.
Irvan juga sudah dicegah berpergian ke luar negeri untuk 6 bulan ke depan terkait pengusutan kasus korupsi e-KTP dengan tersangka Setnov. Sebelumnya penyidik KPK menggeledah rumah Irvan. Kata Febri, Irvan juga sempat dikonfirmasi mengenai hubungannya dengan Setnov, yang juga Ketua Umum Partai Golkar.
"Untuk Irvanto sebelumnya kita periksa juga terkait relasi yang bersangkutan dengan tersangka (Setya Novanto)," kata Febri.
KPK bakal menjadwalkan ulang pemeriksaan Irvan.
Baca Juga: Keponakan Ketua DPR Setya Novanto Kembali Diperiksa KPK
Berita Terkait
-
Keponakan Ketua DPR Setya Novanto Kembali Diperiksa KPK
-
Nama Novanto Hilang di Vonis Irman-Sugiharto, KPK Ajukan Banding
-
Fahri Hamzah Harap Novanto Tak 'Ngotot' Pimpin Sidang Tahunan DPR
-
Diprotes, Akankah Setnov Jadi Pembaca Teks Proklamasi?
-
Jokowi Diminta Tak Tunjuk Setnov Jadi Pembaca Teks Proklamasi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir