Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, keponakan tersangka kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk berbasis elektornik (e-KTP) Setya Novanto. Irvanto diperiksa sebagai saksi untuk sang paman.
"Sama seperti sebelumnya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SN," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (8/8/2017).
Sebelumnya, Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera tersebut pernah beberapa kali dipanggil KPK. Pertama pada tanggal 3 Mei 2017 lalu. Saat itu, Febri mengatakan pemeriksaan Irvanto untuk mendalami sejumlah hal guna menyibak tabir rasuah tersebut.
"Saksi Irvanto kami dalami beberapa hal, seperti terkait Tim Fatmawati. Ya, secara umum, fakta yang muncul dalam persidangan kami mintakan klarifikasi," kata Febri.
Selain itu, lanjut Febri, penyidik juga menanyakan hubungan Irvan dengan Andi Narogong dan saksi lain yang terlibat rapat Tim Fatmawati.
Sebab, sebagaimana dalam surat dakwaan, terdapat rapat di sebuah ruko di Jalan Fatmawati milik Andi Narogong. Rapat itu membahas rancangan proyek hingga menentukan besaran anggaran proyek e-KTP.
Tim Fatmawati dinilai berperan penting dalam proyek yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun tersebut.
"Karena ini jadi bagian penting dalam konstruksi perkara ini, apakah ada pengaturan dan juga relasi dengan proses penganggaran yang diduga dialokasikan ke sejumlah anggota DPR saat itu," terangnya.
KPK untuk kali kedua memeriksa Irvanto pada tanggal 1 Agustus 2017. Namun, saat keluar dari gedung KPK pada saat itu, Irvanto enggan memberikan komentar.
Baca Juga: Foto Mobil Mewah, Ditjen Pajak Diminta Periksa Raffi Ahmad
KPK juga sudah menggeledah rumah Irvanto yang berada di Kawasan Jakarta Selatan. Hal itu masih terkait kasus yang anggarannya mencapai Rp5,9 triliun tersebut.
Selain Irvanto, KPK hari ini juga memeriksa sejumlah saksi lain untuk tersangka Setya Novanto. Mereka antara lain adalah Rindoko Dahono Wingit, mantan anggota DPR.
Selanjutnya, Djoko Kartiko Krisno, PNS Kasubag Data dan Informasi Setjen Dukcapil Kemendagri; Dede Tatang; dan terakhir, Ruddy Indarto Raden, Pensiunan PNS Dukcapil Kemendagri.
Berita Terkait
-
Nama Novanto Hilang di Vonis Irman-Sugiharto, KPK Ajukan Banding
-
Fahri Hamzah Harap Novanto Tak 'Ngotot' Pimpin Sidang Tahunan DPR
-
Kasus Suap Dana Desa, KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik
-
Australia Meminta Penerjemah untuk Periksa CCTV Kediaman Novel
-
Eksepsi Ditolak, Miryam S Haryani Siap Hadapi KPK di Persidangan
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA