Suara.com - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis menegaskan anak buahnya tidak perlu takut melanggar HAM terkait instruksi tembak mati para bandar narkoba yang disampaikan dirinya. Sebab, menurutnya, apabila tembak mati kepada bandar narkoba dilakukan sesuai prosedur, hal itu tidak akan menjadi masalah.
"Tidak perlu (takut) harus melanggar HAM. Kita kan punya prosedur dalam tindakan sepanjang terukur dan sesuai prosedur, itu kita tak perlu ragu" kata Idham di Polda Metro Jaya, Selasa (8/8/2017).
Dia menyampaikan alasan instruksi tembak mati disampaikan, karena peredaran narkoba sudah menjadi kejahatan luar biasa dan dampaknya bisa merusak generasi muda.
"Masalah narkoba ini sudah kejahatan extraordinary. Kejahatan yang bisa merusak kita, sehingga tak boleh ada WNA yang coba-coba meracuni generasi kita dengan cara membawa atau memasukkan narkoba," kata dia.
Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri itu bahkan akan mencopot anak buahnya yang lamban menangani kasus peredaran nakorba.
"Bagi saya dan jajaran Polda Metro Jaya akan menindak tegas, seperti itu. Kalau misalnya para kasat serse (narkoba) juga tak melakukan tindakan tegas, saya ganti," kata dia.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya telah mengungkap kasus penyelundupan sabu-sabu seberat satu ton di Anyer, Serang, Banten, Kamis (13/7/2017).
Terkait barang bukti narkoba asal Guang Zho, Cina itu rencananya akan dimusnahkan pada 15 Agustus 2017 depan.
"Rencananya 15 Agustus di Monas atau di Bandara," kata Idham.
Baca Juga: Idham Azis: Kirim Bandar Narkoba ke Tuhan, Itu Urusan Saya
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal