Suara.com - Kepala Kementerian Agama Sulawesi Selatan Abd Wahid Tahir menegaskan, Travel Meida Wisata Tour yang memberangkatkan 40 calon haji ilegal tidak memiliki izin haji khusus.
"Yang kami tahu itu mereka (travel) tidak memiliki izin berangkatkan haji khusus, cuma umrah saja," ungkap Abd Wahid Tahir di Makassar, seperti diwartakan Antara, Kamis (10/8/2017).
Dia mengatakan, travel hanya bisa memberangkatkan warga atau pengguna jasa sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) seperti jika dia tujuannya adalah ibadah yakni umrah dan haji.
Namun, khusus untuk haji, pemerintah hanya memberikan kewenangan pengelolaannya itu kepada Kementerian Agama (Kemenag) untuk pemberangkatan haji reguler.
Sedangkan untuk pemberangkatan ibadah haji selain dari jalur reguler yakni dipihak ketigakan kepada masyarakat atau swasta dalam hal ini travel yang memang memiliki izin khusus yakni Travel Haji dan Umrah.
"Yang memiliki izin haji khusus itu tidak semua travel dan jumlahnya sangat sedikit. Mungkin tidak sampai 10 travel. Kalaupun ada izin haji khususnya, pembayarannya pun langsung kepada rekening Kemenag dan berangkatnya dari Jakarta," katanya.
Sebelumnya, petugas imigrasi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar berhasil menggagalkan pemberangkatan 46 calon haji ilegal yang akan berangkat ke Arab Saudi dengan melalui beberapa negara.
"Kita apresiasi semua pihak yang berhasil menggagalkan pemberangkatan 46 orang itu karena memang ilegal," jelas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan Abd Wahid Tahir di Asrama Haji Sudiang Makassar.
Dia mengatakan, keberhasilan petugas imigrasi menggagalkan keberangkatan 40 orang calon haji itu termasuk enam orang petugas travel karena adanya kejelian melihat mereka di ruang tunggu.
Rencananya, 46 calon haji ini akan berangkat terlebih dahulu ke Singapura kemudian ke Kolombo, Srilangka dengan menggunakan pesawat Silk Air, pada pukul 01.00 Wita.
Setelah melewati rute Singapura, mereka akan ke Kolombo, Srilangka dan selanjutnya akan berangkat ke Jeddah, Arab Saudi dengan menggunakan pakaian ihram dan bergabung dengan para jmaah calon haji lainnya.
"Jadi saya ditelepon malam-malam dan disampaikan kalau akan ada pemberangkatan calon haji ke Arab Saudi. Saya kemudian berangkat langsung ke bandara dan bertemu mereka sambil mewawancarainya. Mereka kaget saja karena rencana keberangkatannya itu bocor," katanya.
Berdasarkan hasil wawancaranya dengan para calon haji itu, mereka yang akan berangkat adalah gabungan warga dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan dengan terlebih dahulu mengurus visa ziarah.
"Jadi mereka ini mengurus visa ziarah dan bukan untuk berhaji. Saya lihat langsung paspor dan visanya. Untung mereka tidak jadi berangkat karena kalau berangkat dan ketahuan di sana akan repot kita," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Link Nonton Gerhana Matahari Total dan Hujan Meteor Perseid Agustus 2026
-
Dewa 19 Janjikan Setlist Berbeda di Panggung HUT ke-3 Garuda TV, Lagu 'Langka' Siap Dibawakan
-
Timnas Indonesia Dibantai, Nguyen Xuan Son Singgung Gelar Juara Piala AFF 2026
-
Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan
-
Viral Pasien BPJS Harus Menunggu 8 Jam di IGD, IDI: RS Tidak Bisa Mendeteksi Emergensi?
-
Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir
-
2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik
-
Harga Pangan Kompak Turun, Cabai Anjlok hingga 43%, Daging dan Minyak Goreng Ikut Melemah
-
Cara Cek Data Siswa Penerima PIP 2026, Mudah Lewat SIPINTAR Pakai NISN dan NIK
-
Pasien Menunggu 8 Jam di IGD Jadi Alarm Perbaikan Layanan Rumah Sakit