Suara.com - Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menilai ada pihak tertentu sengaja membuat ramai isu penggunaan dana haji yang diusulkan Pemerintah untuk investasi di bidang inftrastruktur agar menjadi polemik.
Padahal, kata dia, pengelolaan dana haji itu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang diamanahkan kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
"Sebenarnya itu berdasarkan UU Haji, BPKH dibentuk. Sekarang ini soal dana haji itu sengaja digoreng, apa saja yang dilakukan pemerintah itu digoreng," kata Jimly menjawab pertanyaan jurnalis di kantor pusat ICMI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/8/2017).
Dia menjelaskan pengelolaan dana haji untuk diinvestasikan agar menguntungkan merupakan amanah undang-undang. Hal ini sah secara undang-undang. Sebab bertahun-tahun dana haji tersebut hanya parkir atau disimpan di bank yang tak menghasilkan apa-apa.
"Jadi saya rasa masyarakat juga harus menyadari terbentuknya UU haji dan dibentuknya BPKH itu ada maksudnya. Kenapa diatur, karena dana haji selama ini nongkrong tidak termanfaatkan dengan baik. Di UU itu sudah diperdebatkan, sudah diberi rambu-rambu, sudah ada semuanya. Justru UU itu sekarang mau diimplementasikan (dana haji dimanfaatkan agar lebih menguntungkan)," terang dia.
Menurut dia, perdebatan penggunaan dana haji untuk investasi sekarang ini sudah telat. Sebab sudah dibahas, diperdebakan dan disahkan di DPR. Sedangkan mengenai ada politisi bahkan pimpinan DPR yang mengkritik keras dan tak setuju dana haji digunakan untuk investasi di bidang infrastruktur hanya sebatas reaksi politik.
"Jadi diskusi yang sekarang sudah beredar ini telat, seharusnya tahun lalu diperdebatkan. Dan ini semua sudah didiskusikan di DPR. Jadi saya rasa ini hanya respons politisi saja, dan tentu ada baiknya saling mengingatkan bahwa pengurus dan pengawas BPKH yang baru dilantik bekerja dengan hati-hati serta amanah karena semua mata melihat mereka," tutur mantan Ketua Mahkamah Konstitusi pertama ini.
Sementara itu, dia setuju dengan usulan Presiden Joko Widodo agar dana haji diinvestasikan di tempat yang aman dan tak beresiko, seperti di bidang infrastruktur seperti pembangunan jalan tol.
"Kalau mau diinvestasikan ya harus yang aman. Yang paling aman ya proyek infrastruktur pemerintah, pasti untung mggak mungkin rugi. Tapi kalau investasi di sektor swasta ya jangan, belum tentu untung. Jadi proyek infrastruktur pemerintah seperti jalan tol itu sudah pasti untung. Itu paling aman," tandas dia.
Baca Juga: Dana Haji Untuk Infrastruktur, Ini Suara Lakpesdam NU
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan