Suara.com - Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menangkap 5 perampok taksi berbasis dalam jaringan (daring) yang menyekap pengemudi yang menjadi korbannya selama sehari di Madura, Jawa Timur.
"Kami telah menangkap lima orang dari keseluruhan tujuh pelaku," kata Wakil Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Komisaris Polisi Arief Kristanto kepada wartawan di Surabaya, Jumat (18/8/2017).
Mereka yang ditangkap masing-masing berinisial Ra (34), warga Kalimas Baru II Surabaya, CH (44), warga Krembangan Jaya Surabaya, Har (36), warga Krembangan Jaya Utara Surabaya, RT (27), warga Socah, Bangkalan, dan MSA (23), warga Krembangan Jaya VIII Surabaya.
"Dua pelaku lainnya masih buron dan sedang kami buru," katanya.
Para pelaku tersebut pada 6 Agustus merampok taksi daring yang dikemudikan Mustakim (40), warga Petemon Sidomulyo Surabaya.
Empat di antaranya memesan layanan taksi daring dari kawsan Ramayana Mall Sidoarjo untuk diantar ke Kalimas Surabaya. Sesampainya di Kalimas, datang seorang pelaku lain yang kemudian mengancam Mustakim menggunakan senjata tajam.
Empat orang yang sudah di dalam mobil seketika ikut mengancam menggunakan senjata tajam dan senjata api. Dompet korban dirampas.
Mustakim lantas diikat tangannya, mulut dan matanya ditutup menggunakan lakban, dipindahkan ke jok belakang mobil, dan dibawa ke arah Madura.
"Sempat disekap di sebuah ruangan di Madura selama sehari, hingga kemudian Mustakim dibuang dalam posisi tangan diikat, serta mulut dan mata ditutup lakban, di kawasan Kecamatan Burneh, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada Senin (7/8/2017) dini hari," ujarnya.
Baca Juga: Nyali Besar, Pedagang Nasi Goreng Gagalkan Perampokan Bersenjata
Beruntung korban ditolong oleh awak bus Pahala Kencana yang kebetulan melintas, lalu segera diantar ke Kepolisian Burneh, Bangkalan, kemudian perkaranya dilimpahkan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Arief mengungkap otak perampokan tersebut adalah Har.
"Har ini pula yang mengumpulkan para pelaku. Mereka merencanakan aksi perampokan itu di kawasan Krembangan, Surabaya. Setelah itu, mereka bergerak ke Matahari Sidoarjo untuk mencari sasaran," katanya.
Belakangan diketahui Har merupakan residivis yang pernah dihukum dalam kasus pencurian dengan kekerasan dan judi.
Kini, Arief menambahkan, pihaknya fokus memburu dua tersangka yang masih buron.
Dia menyebut dua pelaku yang masih buron, masing-masing berinisial Hen dan Ron, adalah orang yang membeli mobil hasil rampokan. "Salah satu dari mereka adalah penadah mobil curian. Informasinya mobil taksi daring itu laku seharga Rp22 juta di Probolinggo," ucapnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan