Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. [Suara.com/Dian Rosmala]
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah heran kenapa anggaran kunjungan kerja pemerintah yang nilainya sampai Rp100 triliun untuk tahun 2018 tidak ada yang mempersoalkan. Tetapi, begitu Badan Urusan Rumah Tangga DPR melakukan kunjungan kerja ke Jerman pada September 2017 dipertanyakan.
"Anggaran kunker di pemerintah itu kalau tidak salah di atas 100 triliun. Biasa itu, orang kerja kok dipersoalkan. Tidak perlu dipersoalkan," kata Fahri di DPR, Jakarta, Kamis (31/8/2017).
Menurut Fahri kegiatan kunjungan kerja yang dilakukan BURT bukan untuk piknik, melainkan kerja sehingga janganlah dipersoalkan. Apalagi, kegiatan BURT termasuk bagian dari perencanaan kerja sekaligus program studi pengembangan konsep penataan kompleks Parlemen.
"Memang itu (kunker BURT ke Jerman) bagian dari perencanaan kerja dan dia pergi kerja. Mereka perlu mengembangkan konsep-konsep membangun DPR," kata dia.
DPR mengajukan anggaran untuk kunjungan luar negeri sebesar Rp343,67 miliar untuk tahun 2018. Jumlah ini naik dari pengajuan tahun lalu yang mencapai Rp201,7 miliar.
Rinciannya, mata anggaran Perjalanan Dinas Luar Negeri sebesar Rp246,68 miliar dan mata anggaran Pelaksanaan Tugas DPR dalam Kerjasama Internasional sebesar Rp96.99 miliar. Angka ini merupakan data yang beredar di kalangan wartawan.
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan kenaikan anggaran kunjungan kerja didasari beberapa alasan, di antaranya perubahan kurs dollar dari yang awalnya diasumsikan Rp13 ribu menjadi Rp13.500, dan untuk penguatan fungsi legislasi di DPR.
"Ada beberapa asumsi yang membuat itu meningkat. Karena, menyesuaikan dengan kurs daripada dollar. Ini perlu disesuaikan. Dan kedua, terkait masalah kegiatan yang lebih diarahkan kepada peningkatan kinerja dan diplomasi parlemen," kata Taufik di DPR, Jakarta, Kamis (31/8/2017).
Taufik menekankan nilai tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam rapat pleno yang dilakukan BURT.
"Jadi jangan men-dispute ke mana-mana, ini bentuknya masih draf. Dan dinamisasinya di dalam BURT," kata politikus PAN.
Dia berharap peningkatan anggaran kunjungan kerja dapat meningkatkan kualitas legislasi.
"Jadi (kunker) tergantung jumlah prolegnasnya, terkait dengan substansi undang-undang yang dibahas, dan disesuaikan dengan mitra kerjanya," kata dia.
Ketua BURT Anton Sihombing mengatakan anggaran akan dibahas mulai hari Senin (4/9/2017).
"Anggaran kunker di pemerintah itu kalau tidak salah di atas 100 triliun. Biasa itu, orang kerja kok dipersoalkan. Tidak perlu dipersoalkan," kata Fahri di DPR, Jakarta, Kamis (31/8/2017).
Menurut Fahri kegiatan kunjungan kerja yang dilakukan BURT bukan untuk piknik, melainkan kerja sehingga janganlah dipersoalkan. Apalagi, kegiatan BURT termasuk bagian dari perencanaan kerja sekaligus program studi pengembangan konsep penataan kompleks Parlemen.
"Memang itu (kunker BURT ke Jerman) bagian dari perencanaan kerja dan dia pergi kerja. Mereka perlu mengembangkan konsep-konsep membangun DPR," kata dia.
DPR mengajukan anggaran untuk kunjungan luar negeri sebesar Rp343,67 miliar untuk tahun 2018. Jumlah ini naik dari pengajuan tahun lalu yang mencapai Rp201,7 miliar.
Rinciannya, mata anggaran Perjalanan Dinas Luar Negeri sebesar Rp246,68 miliar dan mata anggaran Pelaksanaan Tugas DPR dalam Kerjasama Internasional sebesar Rp96.99 miliar. Angka ini merupakan data yang beredar di kalangan wartawan.
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan kenaikan anggaran kunjungan kerja didasari beberapa alasan, di antaranya perubahan kurs dollar dari yang awalnya diasumsikan Rp13 ribu menjadi Rp13.500, dan untuk penguatan fungsi legislasi di DPR.
"Ada beberapa asumsi yang membuat itu meningkat. Karena, menyesuaikan dengan kurs daripada dollar. Ini perlu disesuaikan. Dan kedua, terkait masalah kegiatan yang lebih diarahkan kepada peningkatan kinerja dan diplomasi parlemen," kata Taufik di DPR, Jakarta, Kamis (31/8/2017).
Taufik menekankan nilai tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam rapat pleno yang dilakukan BURT.
"Jadi jangan men-dispute ke mana-mana, ini bentuknya masih draf. Dan dinamisasinya di dalam BURT," kata politikus PAN.
Dia berharap peningkatan anggaran kunjungan kerja dapat meningkatkan kualitas legislasi.
"Jadi (kunker) tergantung jumlah prolegnasnya, terkait dengan substansi undang-undang yang dibahas, dan disesuaikan dengan mitra kerjanya," kata dia.
Ketua BURT Anton Sihombing mengatakan anggaran akan dibahas mulai hari Senin (4/9/2017).
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Kabar Baik! DPR Janji Kawal Aspirasi Kesejahteraan dan Perlindungan Guru
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Nasib RUU Pemilu Digantung? Komisi II Buka-bukaan Disuruh 'Tunggu' Oleh Pimpinan DPR
-
Demokrat Warning 'Agenda Terselubung' di RUU Pemilu, Ada Upaya Batasi Pencalonan Presiden!
-
Biaya Haji 2027 Naik Rp20 Juta, DPR Tolak Subsidi APBN: Bermasalah Secara Syariat!
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
Terkini
-
Suasana Terkini Polda Metro, Brimob Siaga Penuh Buntut Isu TNI Jemput Paksa Saksi Jampidsus
-
Tarif Transjakarta Berpotensi Naik, Pemprov DKI Kaji Tambah Penerima Kartu Layanan Gratis
-
Rumah Dijaga Ketat TNI, Ini Deretan Kasus Korupsi Jumbo Garapan Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Rumah Dijaga Ketat TNI, Ini Deretan Kasus Korupsi Jumbo Garapan Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Rumah Dijaga Ketat TNI, Ini Deretan Kasus Korupsi Jumbo Garapan Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Rumah Dijaga Ketat TNI, Ini Deretan Kasus Korupsi Jumbo Garapan Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Rumah Dijaga Ketat TNI, Ini Deretan Kasus Korupsi Jumbo Garapan Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Rumah Dijaga Ketat TNI, Ini Deretan Kasus Korupsi Jumbo Garapan Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Kehadiran TNI di Rumah Jampidsus Dinilai Bermasalah Jika Tanpa Ancaman Konkret
-
Pengamanan Rumah Jampidsus Jadi Sorotan, Prabowo Didesak Cegah Intervensi Penegakan Hukum