Suara.com - Ketua Komisi III DPR yang merangkap menjadi anggota panitia khusus hak angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Soesatyo, mengatakan masa kerja pansus tidak perlu diperpanjang lagi. Masa kerja pansus akan selesai 28 September 2017 atau setelah 60 hari kerja.
"Menurut saya karena sudah lengkap ya nggak perlu diperpanjang," kata Bambang di DPR, Jakarta, Rabu (6/9/2017).
Bambang mengatakan pansus telah menyelesaikan 80 persen tugas. Dalam waktu dekat, pansus akan membuat rekomendasi.
Sebelum rekomendasi diumumkan dalam rapat paripurna, Bambang berharap KPK menghadiri undangan rapat dengan pansus.
"Jadi saya mengimbau kepada KPK tinggalkan ego dan pikirkan institusi KPK secara keseluruhan karena kalau individu tidak hadir yang rugi adalah industri KPK-nya," ujar politikus Golkar.
KPK tak hadir
Seharusnya, hari ini, berlangsung rapat dengar pendapat antara Komisi III dan KPK, namun batal karena pimpinan lembaga antirasuah tidak hadir. KPK meminta Komisi III menjadwal ulang rapat karena sebagian pimpinan sedang bertugas di luar Jakarta.
"Karena sebagian pimpinan sedang menjalankan tugas lain di luar kota, jadi kita minta untuk dijadwal ulang. Agar RDP bisa lebih maksimal nantinya," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.
Febri menekankan pimpinan KPK menyambut baik undangan menghadiri rapat dengar pendapat.
"Prinsipnya kita menghargai undangan Komisi III DPR dan bersedia hadir. Namun untuk rencana jadwal hari ini, kami sudah sampaikan surat tertanggal Senin kemarin ke Sekretariat DPR RI," katanya. [Nikolaus Tolen]
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba