Suara.com - Mahkamah Kehormatan Dewan menanyakan perkembangan laporan kasus hate speech yang dituduhkan kepada Ketua Fraksi Nasional Demokrat DPR Viktor Bungtilu Laiskodat ke Badan Reserse Kriminal Ketua Fraksi Nasdem Laiskodat. Hasilnya akan menjadi pertimbangan bagi mahkamah untuk menindaklanjutinya atau tidak.
"Nanti kami akan ke Bareskrim, kami mau lihat statusnya gimana di sana," kata Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad di DPR, Jakarta, Rabu (6/9/2017).
Dasco mengatakan jika polisi menyatakan kasus tersebut tidak cukup bukti dan tidak naik ke penyidikan, MKD akan menanganinya dari sisi etika.
"Jadi kalau polisi nggak nanganin, ya kita harus tarik dong. Kita harus proses. Tapi tunggu pidananya dulu," kata Politikus Gerindra ini.
Badan Bareskrim belum tuntas menindaklanjuti kasus Viktor.
"Masih dalam proses," kata Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto di DPR, Selasa (5/9/2017).
Viktor dilaporkan perwakilan Demokrat, Gerindra, PAN, dan PKS ke polisi karena menuduh keempat partai pendukung khilafah dan intoleran.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mendorong polisi responsif terhadap semua kasus ujaran kebencian, termasuk laporan terhadap Viktor.
"Nanti orang akan menilai kalau diangkat lagi kok ini mau diusut, yang itu tidak," kata Fadli Zon.
Kasus Viktor sudah dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan, tetapi Wakil Ketua DPR mengaku belum memonitor perkembangannya.
"Saya kira mestinya kita cek," kata dia.
Kasus Viktor berawal dari pidato dalam acara deklarasi calon bupati di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 1 Agustus 2017.
Keempat partai yang disebut Viktor mendesak MKD mencopotnya.
Berita Terkait
-
Partai NasDem: Akun X 'Sahroni Berdikari' Bukan Milik Ahmad Sahroni
-
Ogah Minta Kursi Menteri, NasDem Tegaskan Dukung Prabowo-Gibran dari Parlemen
-
Umumkan Viktor Laiskodat Sebagai Ketua Fraksi NasDem, Nafa Urbach jadi Jubir Dadakan di Paripurna DPR
-
Cerita Ratu Wulla Masuk ke Ruang Surya Paloh Usai Mengundurkan Diri Sebagai Caleg NasDem
-
Adu Kekayaan Viktor Laiskodat vs Ratu Wulla: Bak Langit dan Bumi, Eks Gubernur NTT Fix Tembus Senayan?
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan
-
Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI
-
Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah
-
Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan
-
Hari Anak Nasional: Langkah Kecil ATFAC yang Mengubah Masa Depan Anak-anak Kurang Beruntung
-
Bukan Lagi Sekadar Operator, Indosat Bertransformasi Jadi Perusahaan AI Raup Pendapatan Double Digit