Suara.com - Mantan Uskup Anglikan yang juga penerima Nobel Perdamaian, Desmond Tutu, mengutuk aksi kekerasan militer Myanmar terhadap komunitas Rohingya.
Bahkan, Desmond Tutu juga keras mengkritik sikap bungkam penerima Nobel Perdamaian tahun 1991, Aung San Suu Kyi atas persekusi Rohingya.
Desmond menegaskan, ia tak lagi bisa menahan untuk tidak mengutuk Suu Kyi yang dulu pernah ia sebut sebagai "saudari tersayang", karena adanya pemusnahan etnis Rohingya.
"Aku sekarang sudah tua dan pensiun. Tapi, aku tak bisa tidak untuk turut mengecam peristiwa yang menimpa Rohingya," tegas Desmond dalam surat kepada Suu Kyi yang ia unggah ke media sosial dan dikutip The Guardian, Jumat (8/9/2017).
Desmond mengungkapkan, foto Suu Kyi bertahun-tahun ia pajang di meja kerjanya karena sangat menghormati perjuangan perempuan tersebut.
Namun, ia juga mengakui kekinian merasa patah hati karena rekannya tersebut tak mau bersuara membela komunitas Rohingya.
"Jika kebungkamanmu atas hal ini adalah harga yang harus kau bayar agar naik ke tampuk kekuasaan politik, maka harganya sangat mahal," sindir Desmond.
Desmond juga mengajak tokoh-tokoh penerima Nobel Perdamaian untuk mengkritik dan meminta Suu Kyi membela kaum Rohingya.
Sebelumnya, Senin (4/9) awal pekan ini, penerima Nobel Perdamaian termuda Malala Yousafzai lebih dulu mengecam Suu Kyi.
Baca Juga: Setneg Minta Jangan Ganggu Akses Indonesia Bantu Rohingya
"Setiap kali aku membaca berita, hatiku hancur. Bertahun-tahun aku mengutuk tragedi ini. Aku masih menunggu temanku sesama penerima Nobel, Aung San Suu Kyi melakukan hal yang sama," tukasnya melalui akun Twitter.
Untuk diketahui, ratusan ribu orang sudah menandatangani petisi untuk mendesak Suu Kyi menyerahkan medali Nobel Perdamaian yang diterimanya.
Dalam petisi yang digalang secara daring melalui laman Change.org, tuntutan agar Suu Kyi melepas medali Nobel Perdamaiannya sudah mencapai 377.332 orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya