Suara.com - Asosiasi Pengajar Hukum Internasional (APHI) mendorong pemerintah untuk melakukan lobi-lobi internasional secara intensif dengan melibatkan seluruh anggota masyarakat dunia khususnya ASEAN untuk menghentikan praktik kejahatan genosida atas Rohingya.
"Mendukung Pemerintah Indonesia untuk melakukan lobi-lobi internasional yang lebih intensif dengan melibatkan seluruh anggota masyarakat internasional khususnya negara-negara ASEAN agar Myanmar menghentikan praktik kejahatan genosida atas masyarakat Rohingya serta menyelesaikan persoalan ini secara permanen dan adil kepada Rohingya dan pemerintah Myanmar," ujar Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Internasional (APHI) Hikmahanto Juwana di Jakarta, Kamis.
APHI, kata dia, menghimbau negara-negara ketiga khususnya negara-negara ASEAN untuk menerima sementara para pengungsi Rohingya, sesuai Hukum Internasional tentang perlindungan HAM di bawah naungan PBB dan ASEAN sampai ada jaminan hukum yang pasti dari negara asal untuk menerima kembali para pengungsi tersebut.
"Mendorong Organisasi Internasional yang bergerak di bidang kemanusiaan khususnya UNHCR untuk lebih aktif dalam menangani masalah pengungsi Warga Rohingya," ujar dia.
APHI mendorong ASEAN dan PBB untuk segera membentuk Komisi Investigasi atas peristiwa kemanusiaan di Myanmar dan melakukan upaya penegakan hukum atas peristiwa tersebut.
Selain itu, APHI menyetujui pernyataan pejabat berbagai negara dan tokoh dunia bahwa ada dugaan Pemerintah Myanmar melakukan tindakan pembersiahan etnis dan diskriminatif terhadap suku bangsa Rohingya.
Tindakan tersebut tidak ada dasar dalam hukum internasional dan alasan kepentingan nasional suatu negara untuk melakukan pengusiran penduduk sipil dari tempat asalnya sehingga melenyapkan eksistensi mereka sebagai suatu suku bangsa.
"Bahwa kekerasan yang dilakukan aparat Myanmar dapat mengarah ke peristiwa kejahatan kemanusiaan dan genosida terhadap penduduk sipil Rohingya yang dinilai melanggar Ketentuan-Ketentuan Hukum Internasional mengenai HAM dan Piagam PBB sekaligus mengancam perdamaian dan keamanan internasional," ujar dia.
Ia mengatakan APHI menyarankan kepada Pemerintah Myanmar untuk segera melakukan upaya- upaya baru yang mengarah kepada perlindungan kemanusiaan bagi warga sipil Rohingya. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan