Gempa berkekuatan 8,1Skala Richter melanda pantai selatan Meksiko pada Kamis (7/9/2017), kata Lembaga Pemantau Geologi AS (USGS), mengguncang bangunan hingga ke Guatemala dan menyebabkan warga berhamburan di jalan-jalan ibu kota.
Badan perlindungan sipil Meksiko mengatakan bahwa gempa tersebut adalah gempa terkuat yang melanda ibu kota sejak gempa dahsyat 1985, yang meratakan wilayah kota Meksiko dan menewaskan ribuan orang.
Tidak ada laporan segera tentang kerusakan besar yang timbul akibat gempa, namun terlihat beberapa jendela di sebuah bandar udara pecah dan terjadi pemadaman listrik di beberapa daerah utama sekitar ibu kota. Hiasan dinding sebuah hotel runtuh di kota wisata Oaxaca, kata seorang saksi mata.
Sejumlah warga di ibu kota, yang merupakan salah satu kota terbesar di dunia, berlarian ke jalan dengan masih menggunakan piyama. Suara alarm terdengar setelah gempa terjadi sebelum tengah malam itu, kata seorang saksi.
Di sebuah daerah pusat kegiatan, puluhan orang berdiri di luar bangunan setelah gempa terjadi, beberapa menutup tubuhnya dengan menggunakan selimut, mencoba melawan dinginnya udara malam. Beberapa anak-anak terlihat menangis.
Liliana Villa (35), tengah berada di apartemennya ketika gempa terjadi dan dia melarikan diri ke jalan dengan masih mengenakan piyamanya.
"Rasanya mengerikan, dan saya pikir, bangunan ini akan runtuh," katanya.
Pusat gempa berada sekitar 123 kilometer sebelah barat daya kota Pijijiapan, pada kedalaman pada 43 mil. Gelombang tsunami luas dan berbahaya kemungkinan dapat terjadi dalam waktu tiga jam, kata Pusat Peringatan Tsunami Wilayah Pasifik.
Baca Juga: Gempa 8.2SR Disertai Peringatan Tsunami Hantam Meksiko
USGS melaporkan bahwa telah terjadi beberapa gempa susulan, lebih besar dari 5 pada SkalaRicter.
Perusahaan minyak negara, Pemex, mengatakan bahwa pihaknya masih memeriksa kerusakan pada instalasi, termasuk kilang Salina Cruz di wilayah yang sama dengan pusat gempa.
"Saya belum pernah merasakan bumi berguncang begitu hebat. Awalnya saya tertawa, tapi ketika lampu padam saya tidak tahu harus berbuat apa," kata Luis Carlos Briceno, seorang arsitek, berusia 31 tahun yang sedang berkunjung ke Kota Meksiko.
"Saya hampir terjatuh," tambahnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan