Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya meringkus komplotan pelaku penjarahan mobil yang menimpa korban Fuad Benardi. Fuad merupakan anak kandung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
"Sebutlah korbannya adalah putra seorang pejabat di Surabaya. Dia adalah salah satu korban dari komplotan pelaku ini," ujar Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Muhammad Iqbal dalam jumpa pers di Surabaya, Kamis (21/9/2017).
Ia menjelaskan komplotan pelaku yang ditangkap sebanyak lima orang, terdiri dari dua pelaku yang beroperasi di tempat kejadian perkara, yaitu berinisial FR, usia 43 tahun, dan MI, usia 45 tahun, keduanya warga Kota Surabaya.
Tiga pelaku lainnya adalah MM (37), FS (27), dan EN (27), semuanya warga Surabaya dan ketiganya berperan sebagai penadah barang-barang curian dari hasil jarahan yang dilakukan FR dan MI.
Khususnya terhadap pelaku FR dan MI, polisi mengenalnya sebagai residivis yang masing-masing pernah menjalani hukuman pidana atas kasus pencurian kendaraan bermotor dan pencurian dengan pemberatan.
"Setelah keluar dari penjara keduanya kembali beraksi dan kali ini lebih fokus melakukan penjarahan pada mobil yang pengendaranya terlihat lengah saat sedang mengisi bahan bakar di sejumlah SPBU wilayah Kota Surabaya," ucap Iqbal.
Sebagai spesialis penjarahan mobil di SPBU, dia mengungkapkan, keduanya telah melakukan kejahatan dengan modus serupa di sebanyak 12 tempat kejadian perkara, yang salah satunya menimpa korban putra Wali Kota Tri Rismaharini.
Putra sulung Risma itu menjadi korban penjarahan saat mobil Mitsubishi Outlander yang dikendarainya sedang mengisi bahan bakar di SPBU Jalan Kayoon Surabaya pada 12 September, sekitar pukul 12.30 WIB.
Baca Juga: Ditawari Jadi Menteri Jokowi, Wali Kota Risma Menolak
"Tas dan ponselnya dijarah saat korban sedang lengah," ucap Iqbal.
Bagi Fuad Benardi, penjarahan ini menjadi pengalaman tindak kejahatan kedua yang dialaminya setelah bulan lalu menjadi korban pencurian dengan modus pecah kaca pada mobil yang sama saat sedang parkir di pinggir Jalan Kertajaya Indah Surabaya.
Pelaku pecah kaca tersebut, menurut Iqbal juga telah tertangkap.
"Tapi kali ini kami merilis tangkapan pelaku kejahatan bukan karena korbannya adalah anak seorang pejabat. Siapapun yang menjadi korban kejahatan di Kota Surabaya, pelakunya pasti akan kami kejar sampai dapat," ucapnya.
Iqbal telah menginstruksikan kepada segenap anak buahnya untuk tidak segan-segan melakukan tindakan tegas jika pelaku coba-coba melawan saat hendak ditangkap. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno