Pengelola situs nikahsirri.com Aris Wahyudi ditetapkan polisi menjadi tersangka. Istri Aris, Rani, menangis [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Ketika ditemui Suara.com di rumah Jalan Manggis, Perumahan TNI AU Angkasa Puri, Jatimekar, Jatiasih, Bekasi, Senin (25/9/2017), istri Aris Wahyudi, Rani, menyebutkan sejumlah buku yang ditulis Aris.
"Beliau (Aris) dulu bikin buku Perzinahan Suci, bisa dicari Tuhan Tiri, Atas Nama Komando," ujar Rani.
Salah satu buku berjudul Tuhan Tiri mendapatkan banyak komentar dari netizen. Buku ini diterbitkan Voxdei Publication tahun 2003. Buku seharga Rp75 ribu ini terdiri dari 260 halaman.
Nama Aris mendadak sohor setelah meluncurkan situs nikahsirri.com yang kemudian menggegerkan publik. Gara-gara membuat situs yang memfasilitasi nikah siri dan lelang keperawanan, Aris ditetapkan menjadi tersangka.
Rani mengatakan salah satu buku yang ditulis Aris berisi gagasan agar Indonesia bergabung dengan Amerika.
Rani menilai menulis buku merupakan salah satu cara Aris untuk menuangkan gagasan atau masalahnya.
"Mungkin bisa jadi karena beliau (Aris) 90 persen dia normal, kalau lagi bareng-bareng. Mungkin 10 persen dia emang gila. Karena dulu tahun 2008 beliau mengikuti pilkada di Banyumas," kata Rani.
"Dia limpahkan waktu dia lagi nulis-nulis aja. (Tanda-tandanya) seperti sekarang saja dia menulis buku-buku tanpa disadari sama dia, yang meminta Indonesia gabung untuk ke Amerika. Dia bikin buku komando apa ya gitu, Tahun berapa dia bikin deklarasi komando," Rani menambahkan.
Namun, Rani mengaku tak pernah membaca tulisan-tulisan Aris.
"Karena beliau itu penulis, dia (Aris) sering nulis, tapi saya nggak pernah ikutan baca komentar apa. Sampai sekarang dia kelihatan gilanya dia membuat situs ini. Sampai dia bikin situs pornografi (nikahsirri.com) yang mengundang wartawan," kata dia.
Rani setuju Aris menjalani pemeriksaan kejiwaan.
"Beliau (Aris) dulu bikin buku Perzinahan Suci, bisa dicari Tuhan Tiri, Atas Nama Komando," ujar Rani.
Salah satu buku berjudul Tuhan Tiri mendapatkan banyak komentar dari netizen. Buku ini diterbitkan Voxdei Publication tahun 2003. Buku seharga Rp75 ribu ini terdiri dari 260 halaman.
Nama Aris mendadak sohor setelah meluncurkan situs nikahsirri.com yang kemudian menggegerkan publik. Gara-gara membuat situs yang memfasilitasi nikah siri dan lelang keperawanan, Aris ditetapkan menjadi tersangka.
Rani mengatakan salah satu buku yang ditulis Aris berisi gagasan agar Indonesia bergabung dengan Amerika.
Rani menilai menulis buku merupakan salah satu cara Aris untuk menuangkan gagasan atau masalahnya.
"Mungkin bisa jadi karena beliau (Aris) 90 persen dia normal, kalau lagi bareng-bareng. Mungkin 10 persen dia emang gila. Karena dulu tahun 2008 beliau mengikuti pilkada di Banyumas," kata Rani.
"Dia limpahkan waktu dia lagi nulis-nulis aja. (Tanda-tandanya) seperti sekarang saja dia menulis buku-buku tanpa disadari sama dia, yang meminta Indonesia gabung untuk ke Amerika. Dia bikin buku komando apa ya gitu, Tahun berapa dia bikin deklarasi komando," Rani menambahkan.
Namun, Rani mengaku tak pernah membaca tulisan-tulisan Aris.
"Karena beliau itu penulis, dia (Aris) sering nulis, tapi saya nggak pernah ikutan baca komentar apa. Sampai sekarang dia kelihatan gilanya dia membuat situs ini. Sampai dia bikin situs pornografi (nikahsirri.com) yang mengundang wartawan," kata dia.
Rani setuju Aris menjalani pemeriksaan kejiwaan.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan