Suara.com - Gerakan Muda Partai Golkar tak kaget dengan putusan hakim tunggal Cepi Iskandar yang memenangkan Setya Novanto dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2017) kemarin. Sebab, Setya Novanto dikabarkan sudah bertemu dengan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, 22 Juli 2017 di Surabaya.
"Dan informasi yang kami dapatkan bahwa itu adalah dalam rangka membicarakan atau melakukan pendekatan kepada lembaga peradilan untuk bisa menang di praperadilan. Dan nyatanya akhirnya memang menang," kata Ketua GMPG Ahmad Doli Kurnia di D'Hotel, Menteng Atas, Jakarta Selatan, Sabtu (30/9/2017).
Menurut Doli, informasi lain yang turut mendukung Novanto menang dalam praperadilan yang diputuskan oleh Cepi Iskandar itu adalah dari DPR. Di mana ada sejumlah anggota DPR yang mengajak taruhan miliaran rupiah satu dengan yang lain, bahwa Novanto pasti menang.
"Yang kedua, ingin mengulang saja, kami juga sering mendapatkan informasi ada para anggota DPR yang mengajak taruhan dengan anggota DPR yang lainnya, bahkan jumlahnya puluhan miliar, dan menyakini bahwa Setya Novanto ini akan menang," katanya.
Doli juga mengaku sudah mendapatkan informasi dari pejabat pemerintahan.
"Ketiga, banyak pejabat-pejabat dari pemerintahan, terutama dari partai-partai pendukung pemerintahan yang menyampaikan kepada pengurus Golkar, bahwa Setya Novanto akan menang," katanya.
Sementara informasi yang paling akhir didapat oleh Doli adalah empat hari sebelum putusan praperadilan dibacakan oleh hakim Cepi. Informasi tersebut diakui Doli berasal dari Akbar Tanjung.
"Makanya, terakhir saya sudah sampaikan kemarin, saya tiga-empat hari sebelum putusan praperadilan itu, Pak Akbar Tanjung menanyakan kepada saya, apakah betul bahwa Setya Novanto itu sudah pasti menang? Menang empat hari sebelum putusan," kata Doli.
"Karena beliau mendapatkan informasi dari Profesor Mahfud MD, yang pada saat itu sedang bersama-sama di pernikahan Pak Zulkifli Hasan, dan Prof Mahfud mendapatkan informasi itu dari Pak Zulkifli Hasan yang menyatakan bahwa Pak Setya Novanto nanti pada tanggal 29 itu akan menang, dan karena 99 persen diatur," lanjut Doli.
Baca Juga: PDIP Hormati Putusan Hakim Menangkan Setya Novanto
Doli mengatakan, apabila informasi yang didapatnya tersebut benar, maka putusan pengadilan akan menjadi cerita buruk bagi lembaga peradilan dan penegakan hukum di Indonesia.
"Coba bayangkan kalau indikasi-indikasi informasi itu benar, berarti kan ada putusan pengadilan yang sudah ditentukan di luar ruang sidang pengadilan. Ini adalah preseden yang sangat buruk buat hukum, aib buat bangsa Indonesia dan buat pemerintahan Jokowi. Jadi orang gampang mengangkangi hukum," katanya.
Padahal kata Doli, GMPG sudah mencium indikasi keterlibatan Ketua Umum Partai Golkar tersebut dalam kasus mega korupsi e-KTP sejak lama. Di mana pada tanggal 9 Maret 2017, nama Novanto disebut dalam dakwaan terdakwa Irman dan Sugiharto. Irman dan Sugiharto sudah menjadi terpidana karena sudah divonis bersalah oleh hakim Pengadilan Tipikor.
"Mulai sejak itu juga teman-teman GMPG melakukan gerakan sampai kemudian mendeklarasikan gerakan Golkar bersih," tutup Doli.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?
-
8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar
-
3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu
-
Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara
-
Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI
-
Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026
-
Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026
-
Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program
-
Wacana Pergantian Kapolri Berisiko Rugikan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Analis Politik