Suara.com - Dua orang tewas dalam serangan pisau di stasiun kereta Saint Charles Marseille. Penyerang tersebut telah ditembak mati oleh pasukan keamanan di kota selatan Prancis tersebut.
Menurut beberapa pejabat, insiden tersebut diduga sebagai tindakan terorisme.
"Dua korban telah ditikam sampai mati," kata kepala polisi regional Olivier de Mazieres dikutip BBC dari AFP.
Menteri Dalam Negeri Perancis, Gérard Collomb, mengatakan bahwa ia segera melakukan perjalanan ke tempat kejadian. Polisi nasional Prancis mentweet bahwa situasi di stasiun telah diselesaikan, dan pelaku "dinetralisir dan ditembak jatuh". Polisi sebelumnya meminta masyarakat untuk menghindari daerah tersebut.
Seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada surat kabar Le Monde Prancis bahwa penyerang tersebut telah meneriakkan "Allahu Akbar" (Tuhan yang terbesar). Media Prancis melaporkan bahwa kedua korban adalah perempuan, satu tenggorokannya dipotong dan yang lainnya ditikam sampai mati.
Menurut BFMTV, penyerang tersebut terkena timah panas oleh tentara Prancis yang sudah berada di stasiun tersebut sebagai bagian dari Operasi Sentinelle, yang melihat jalan-jalan patroli pasukan tempur dan melindungi situs-situs kunci di tengah keadaan darurat yang sedang berlangsung.
Lelaki yang melakukan serangan itu berusia dua puluhan dan penampilannya berasal dari Afrika Utara.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
Terkini
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas
-
Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei
-
Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump
-
Tak Sekeder Bicara, PM Spanyol Embargo Senjata dan Bongkar Niat Jahat Israel ke Lebanon
-
Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa