Suara.com - Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat DPP Partai Golkar Roem Kono tidak percaya dengan hasil sejumlah lembaga survei yang menyebutkan elektabilitas partai berlambang pohon beringin merosot akibat kasus hukum yang menimpa Setya Novanto.
"Kan bisa saja ada survei pesanan. Ya kami juga bisa saja pesan. Siapa yang bayar survei itu kan nggak tahu kita," kata Roem di DPR, Jakarta, Selasa (3/10/2017).
Sebelumnya, Tim Kajian Elektabilitas Partai Golkar memaparkan hasil survei yang menggambarkan tingkat elektabilitas Golkar yang menurun akibat citra yang buruk. Berdasarkan hasil kajian, tim merekomendasikan agar Novanto mundur dari jabatan ketua umum.
Tim Kajian Elektabiltas Partai Golkar yang diketuai Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai. Yorrys bekerjasama dengan Koordinator Bidang Kajian Strategis dan Sumber Daya Manusia Partai Golkar Letnan Jenderal (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus.
Roem menegaskan rekomendasi tersebut bukan keputusan tingkat DPP Partai Golkar secara kelembagaan.
"Itu masih (rekomendasi) internal, bukan keputusan kelembagaan, kan. Tidak ada keputusan pleno. Ya itu memang kita menuju kira-kira kenapa elektabilitas kita menurut survei itu menurun," tutur Roem.
Roem mengatakan tak ada perubahan signifikan terhadap elektabilitas partai, meskipun Novanto tersandung kasus hukum. Elektabilitas Golkar tak ditentukan oleh figur ketua umum saja, melainkan oleh tokoh-tokoh yang berkecimpung di organisasi.
"Seperti tokoh-tokoh kita di daerah. Misal saya nggak dilirik-lirik, tapi saya bisa capai 25 persen di daerah saya. Kenapa? karena kita memiliki trust pada tokoh-tokoh itu. Jadi tidak fokus pada satu tokoh," kata Roem.
Tag
Berita Terkait
-
KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar
-
Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
Mengapa Parpol Melawan Usul KPK Soal Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733