Suara.com - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasata Indonesia (APTISI) mendorong para pekerja dari lulusan universitas swasta mengikuti standarisasi kompetisi lulusan dan sertifikasi profesi. Ini untuk mendorong perguruan tinggi swasta meningkatkan kualitas lulusannya.
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Budi Djatmiko mengatakan sertifikasi profesi menjadi penting untuk mengetahui keahlian atau kemampuan seseorang dalam menguasai keterampilan yang di butuhkan industri. Sehingga tenaga kerja yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan industri.
Ia mengatakan APTISI memiliki standar kelulusan tidak hanya standar nasional bahkan internasional. Hal tersebut supaya lulusan perguruan tinggi swasta mampu berkompetensi di tingkat nasional maupun global.
"Kompetensi lulusan perguruan tinggi saat ini semakin ketat, ditambah dengan diterapkannya Masyarakat Ekonomi ASEAN, dimana setiap negara di ASEAN dengan bebas bisa bekerja di mana saja," kata Budi dalam siaran persnya, Kamis (5/10/2017).
Sementara itu Rektor UPI YAI Yudi Yulius mengatakan untuk meningkatkan lulusannya UPI YAI telah bekerjasama dengan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) dan lembaga swasta baik nasional maupun Internasional.
"Adapun standar yang telah dilakukan dengan memberikan pendamping Ijazah, sertifikasi profesi sesuai jurusan atau program studinya, sehingga lulusan tersebut siap kerja dan siap berkompetensi di tingkat global," tuturnya.
Ia mengatakan dengan adanya kerjasama dengan perguruan tinggi negeri, swasta maupun industri baik di dalam maupun luar negeri diharapkan dapat merumuskan mata kuliah serta standar lulusan yang kompeten serta kemampuan berkompetensi di tingkat dunia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Jangan Diam! Siulan dan Chat Mesum Bisa Dipidana, Begini Cara Lapor Kekerasan Seksual Verbal
-
Yasonna Laoly Minta Warga Berani Lapor Pelecehan Seksual, Termasuk yang Verbal
-
Bantu Zarof Ricar Cuci Uang, Produser Film Sang Pengadil Agung Winarno Resmi Tersangka
-
Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi
-
Wajah Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Masih Misteri, TNI: Lihat Saja Nanti di Sidang!
-
Panas! Kapal Perusak Angkatan Laut AS Cegat Tanker Berbendera Iran yang Mau Menghindari Blokade
-
Kapuspen TNI: Sidang Kasus Andrie Yunus Akan Terbuka, Kita Sampaikan Secara Profesional
-
Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?
-
Dugaan Pelecehan 5 Santri Syekh Ahmad Al Misry, DPR Desak Polri Gandeng Interpol Seret SAM ke RI
-
Soal Dugaan Bobby Nasution Tampar Sopir BUMD, Pengamat: Harusnya Kedepankan Cara Edukatif