Suara.com - Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Jokowi tiba di Jakarta usai melakukan kunjungan kenegaraan dari Brunei Darussalam guna menghadiri perayaan 50 Tahun Sultan Hassanal Bolkiah Bertakhta.
Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusumah Sabtu dini hari pukul 00.46 WIB, setelah menempuh perjalan dua jam lebih dari Bandara Antarbangsa Brunei Darussalam.
Kedatangan Presiden dan Ibu Negara disambut Menko Polhukam Wiranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan pejabat lainnya di tangga pesawat.
Usai berbincang sejenak di ruang VIP, Presiden dan Ibu Negara langsung meninggalkan Bandar Udara Halim Perdanakusumah menuju Istana Bogor.
Dalam kunjungan kenegaraannya singkatnya di Brunei Darussalam, Presiden dan Ibu Negara hanya menghadiri acara jamuan santap malam yang digelar di Istana Nurul Iman, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.
Presiden yang mengenakan setelan jas berwarna hitam didampingi Ibu Iriana yang memakai baju khas Minang tiba di Istana Nurul Imam sekitar pukul 20.25 waktu setempat.
Setibanya di tempat acara, Presiden dan Ibu Iriana langsung menuju ruang tunggu yang telah disiapkan dan sekitar pukul 21.00 waktu setempat acara jamuan makan dimulai.
Presiden duduk di samping kanan Sultan Hassanal Bolkiah saat jamuan santap malam berlangsung.
Selain Presiden Jokowi, beberapa Kepala Negara hadir dalam acara jamuan makan ini, diantaranya Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Raja Yordania Abdullah II, Yang Dipertuan Agung Malaysia Sultan Muhammad V, Prince Edward dan Princess Sofia selaku wakil khusus Ratu Inggris, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, hingga State Counsellor Myanmar Aung San Suu Kyi.
Acara jamuan makan ini selesai sekitar pukul 22.30 waktu setempat dan Presiden besarta Ibu Negara langsung menuju Bandara Antarbangsa Brunei Darussalam untuk kembali ke tanah air.
Dalam acara ini, Presiden dan Ibu Iriana hadir dengan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. (Antara)
Berita Terkait
-
Guru Besar UMY: Masa Depan Politik Gibran Masih Bergantung pada Bayang-Bayang Jokowi
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Nadiem Makarim: Banyak yang Larang Saya Jadi Menteri Jokowi
-
30 Kali Wajib Lapor Jadi Kunci Roy Suryo dan dr Tifa Lolos dari Sel Tahanan Jaksa!
-
Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Ada Arahan Langsung Jokowi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK